Tingkatkan Keberlanjutan Sektor Bangunan dengan Teknologi Berbasis Data dari Schneider Electric

Jakarta – Industri konstruksi saat ini menghadapi tantangan signifikan dalam meningkatkan efisiensi operasional, terutama di tengah tuntutan akan penghematan energi dan keberlanjutan. Salah satu kendala utama yang masih dihadapi adalah rendahnya pemanfaatan teknologi dan data dalam pengelolaan bangunan.
Pentingnya Penggunaan Data dalam Sektor Bangunan
Industri konstruksi dan rekayasa mengumpulkan data dalam jumlah yang sangat besar, namun sayangnya, sekitar 95,5 persen dari data tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal, sebagaimana diungkapkan dalam laporan Xpera Group (2017). Selain itu, tingkat digitalisasi pada sektor bangunan masih tergolong rendah, seperti yang diungkapkan dalam penelitian oleh McKinsey (2015). Menurut Interval Data Systems (2020), sekitar 40 persen inefisiensi operasional dapat terdeteksi sejak tahap desain.
Saat ini, bangunan menyumbang hampir 40 persen dari emisi karbon global, berdasarkan laporan dari Architecture 2030 (2020). Lebih dari itu, sekitar 30 persen energi yang digunakan dalam gedung terbuang sia-sia. Kondisi ini menjadi semakin krusial untuk diperhatikan, mengingat manusia menghabiskan hampir 90 persen waktunya di dalam ruangan.
Aspek Lain dalam Pengelolaan Bangunan
Laporan Global Catastrophes dari Insurance Information Institute (2020) menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi sektor bangunan tidak hanya terbatas pada efisiensi energi. Aspek ketahanan terhadap bencana, gangguan operasional, keberlanjutan, serta kenyamanan pengguna juga merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam pengelolaan bangunan modern.
Regulasi yang Mendorong Bangunan Cerdas
Pengembangan bangunan cerdas di Indonesia semakin didorong oleh adanya berbagai regulasi. Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2023 mendefinisikan Bangunan Gedung Cerdas (BGC) sebagai Bangunan Gedung Hijau yang dilengkapi dengan sistem manajemen gedung pintar yang terintegrasi dan otomatis.
Konsep yang terkandung dalam regulasi ini mencakup berbagai aspek, seperti otomasi, konektivitas, manajemen energi terpadu, keamanan siber, analitik data, pembelajaran mesin, dan pemantauan berkelanjutan.
Elemen yang Terkelola dalam Bangunan Cerdas
Berbagai sistem bangunan yang dikelola dalam kerangka regulasi ini meliputi:
- Kelistrikan
- Pencahayaan
- HVAC (heating, ventilation, and air conditioning)
- Manajemen air dan limbah
- Transportasi gedung dan parkir
Regulasi ini berlaku tidak hanya untuk bangunan baru, tetapi juga untuk bangunan yang sudah ada dengan kategori tertentu.
Selain itu, Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2025 mewajibkan penerapan manajemen energi untuk sektor bangunan dengan konsumsi energi minimal 500 setara ton minyak per tahun.
Di tingkat daerah, Pergub DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 juga mengatur efisiensi energi dan penggunaan air pada berbagai jenis bangunan, termasuk rumah susun, gedung perkantoran, rumah sakit, dan hotel dengan luas tertentu.
Inisiatif Schneider Electric dalam Meningkatkan Keberlanjutan
Schneider Electric, melalui kampanye “Teknologi Cerdas untuk Bangunan yang Efisien,” berupaya mendorong pemanfaatan teknologi untuk membuat bangunan beroperasi lebih efisien, andal, dan berkelanjutan. Kampanye ini berfokus pada empat pilar utama, yaitu hyper-efficient, resilient, sustainable, dan people-centric.
Pilar Hyper-Efficient dan Resilient
Pilar hyper-efficient berfokus pada optimalisasi kinerja sistem dan alur kerja, bertujuan untuk mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi operasional. Sementara itu, pilar resilient bertujuan untuk memastikan bangunan tetap dapat beroperasi dengan baik meskipun terjadi gangguan, serta memiliki kemampuan untuk pulih dengan cepat setelah mengalami masalah.
Pilar Sustainable dan People-Centric
Pilar sustainable menekankan pentingnya efisiensi dalam penggunaan sumber daya, memperpanjang masa pakai aset, dan pengelolaan biaya yang efektif. Di sisi lain, pilar people-centric berfokus pada penciptaan lingkungan yang nyaman, yang dapat mendukung produktivitas dan kenyamanan pengguna bangunan.
Teknologi yang Mendukung Keberlanjutan Sektor Bangunan
Teknologi berbasis data menjadi kunci dalam meningkatkan keberlanjutan sektor bangunan. Dengan memanfaatkan teknologi IoT (Internet of Things), sistem manajemen gedung dapat mengumpulkan dan menganalisis data secara real-time, memberikan wawasan yang berharga untuk pengambilan keputusan.
Berbagai teknologi canggih, seperti sensor pintar, analitik prediktif, dan sistem otomatisasi, dapat membantu dalam:
- Mengurangi konsumsi energi melalui pengaturan otomatis
- Meningkatkan kenyamanan pengguna dengan penyesuaian suhu dan pencahayaan yang optimal
- Memantau dan mengelola limbah secara efisien
- Meningkatkan keamanan bangunan dengan sistem pengawasan yang canggih
- Memberikan laporan dan analisis yang mendalam untuk pengelolaan yang lebih baik
Pentingnya Kolaborasi di Sektor Bangunan
Keberhasilan implementasi teknologi dalam sektor bangunan tidak lepas dari kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pengembang, pemerintah, dan penyedia teknologi. Kerja sama yang solid dapat menciptakan solusi inovatif yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Penting juga untuk melibatkan pengguna dalam proses ini, agar mereka merasa memiliki dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. Edukasi tentang pentingnya keberlanjutan dan efisiensi energi harus terus digalakkan di semua level.
Menghadapi Tantangan di Masa Depan
Di masa depan, sektor bangunan diharapkan dapat lebih responsif terhadap tantangan yang ada, termasuk perubahan iklim dan pertumbuhan populasi yang pesat. Dengan menerapkan teknologi berbasis data, sektor ini dapat menjadi lebih adaptif dan efisien.
Berinvestasi dalam teknologi dan inovasi adalah langkah penting untuk mencapai tujuan keberlanjutan. Selain itu, kebijakan yang mendukung dan memfasilitasi perubahan juga sangat krusial untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa keberlanjutan sektor bangunan bukanlah sekadar pilihan, tetapi sebuah keharusan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Melalui pemanfaatan teknologi berbasis data dan kolaborasi yang kuat, kita dapat menghadapi tantangan ini dengan lebih baik dan mencapai tujuan keberlanjutan yang diinginkan.
➡️ Baca Juga: Harga BBM di Negara Tetangga Meningkat, Singapura Catatkan Tertinggi Rp 54 Ribu
➡️ Baca Juga: Sumedang Sebagai Pusat Milangkala Tatar Sunda Berdasarkan Data yang Valid



