Rumah Modular BRIN Tahan Gempa di NTT, Simak Spesifikasinya yang Kokoh dan Unggul

Jakarta – Gempa bumi dengan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 memberikan tantangan besar terhadap ketahanan bangunan, khususnya rumah modular yang didesain oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Rumah-rumah ini dibangun di Dusun Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Meskipun banyak bangunan di sekitarnya mengalami kerusakan serius, tiga prototipe rumah modular tahan gempa yang dikembangkan oleh BRIN berhasil bertahan tanpa mengalami kerusakan struktural yang signifikan.
Berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh BRIN pada 16 Agustus 2026, ketiga rumah tersebut menunjukkan ketahanan yang luar biasa, dengan hanya kerusakan kosmetik yang terdeteksi, seperti beberapa keramik dinding kamar mandi yang terlepas dari ikatan semen dan pecah akibat guncangan. Hasil ini menegaskan pentingnya teknologi rumah modular tahan gempa dalam rehabilitasi dan rekonstruksi hunian di daerah rawan bencana.
Pentingnya Teknologi Rumah Modular Tahan Gempa
Perekayasa Ahli Muda BRIN, Vian Marantha Haryanto, menjelaskan bahwa rumah-rumah tersebut dirancang khusus dengan menggunakan teknologi konstruksi yang tahan gempa, yang sangat relevan untuk wilayah dengan risiko kegempaan tinggi seperti NTT. “Desain dan metode konstruksi yang kami terapkan telah terbukti efektif dalam melindungi struktur bangunan dan, yang lebih penting, menjaga keselamatan penghuninya,” ujarnya.
BRIN melihat hasil pemantauan ini sebagai evaluasi penting untuk pengembangan rumah modular yang dilakukan sejak tahun 2019. Sebelumnya, teknologi ini telah diuji melalui pembangunan dua unit rumah di Kabupaten Tangerang dan prototipe rumah dua lantai di Kabupaten Lebak pada tahun 2021. Meski ketiga prototipe di NTT menunjukkan daya tahan yang mengesankan, BRIN berencana untuk melanjutkan pengujian lebih lanjut untuk mendapatkan validasi teknis di laboratorium.
Uji Coba dan Validasi Teknik
Pengujian yang dimaksudkan akan dilakukan di Laboratorium Pusat Riset Kekuatan Struktur dengan menggunakan metode uji siklik sesuai dengan SNI 3966:2012 yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026. “Gempa besar di NTT pada tanggal 15 Agustus 2026 berfungsi sebagai ujian lapangan bagi teknologi ini,” tambah Vian.
Dalam dokumentasi yang disediakan, terlihat bahwa ketiga prototipe rumah BRIN tetap berdiri kokoh setelah gempa, sementara gedung sekolah di dekatnya mengalami kerusakan struktur yang serius. Kualitas dan daya tahan rumah modular BRIN menjadi sorotan utama dalam upaya pengembangan teknologi bangunan yang lebih aman.
Inovasi dalam Desain Rumah Modular
BRIN terus berkomitmen untuk mengembangkan teknologi rumah modular tahan gempa. Dalam pengembangan generasi kedua, mereka memperkenalkan komponen rubber bearing seismic yang dirancang untuk meredam dampak getaran gempa terhadap struktur bangunan. Teknologi ini dikembangkan oleh Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN dengan memanfaatkan karet alam atau polimer elastis sebagai bahan dasar.
“Rubber bearing seismic berfungsi untuk memisahkan struktur bagian bawah dan atas bangunan. Ketika terjadi gaya geser akibat gempa, komponen ini dirancang untuk membantu menahan gaya geser sehingga dampak guncangan yang diterima oleh struktur bangunan dapat diminimalkan,” jelas Vian.
Integrasi Teknologi dalam Rehabilitasi Pasca-Bencana
BRIN menilai bahwa teknologi ini dapat berkontribusi dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah bagi warga yang terdampak bencana. Mereka mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pemulihan hunian dengan mengedepankan standar konstruksi yang tahan gempa. Penggunaan model rumah tahan gempa tidak hanya dibatasi pada NTT, tetapi juga dapat diterapkan di daerah lain yang berisiko tinggi terhadap gempa.
- Pengembangan bangunan yang lebih tahan terhadap gempa.
- Peningkatan keselamatan dan kenyamanan bagi penghuni.
- Penggunaan teknologi inovatif seperti rubber bearing seismic.
- Penerapan standar konstruksi yang sesuai untuk daerah rawan bencana.
- Rehabilitasi yang tidak hanya mengganti bangunan, tetapi juga meningkatkan ketahanan hunian.
Spesifikasi Rumah Modular Tahan Gempa BRIN
Dengan begitu banyak manfaat yang ditawarkan, apa saja spesifikasi dari rumah modular tahan gempa yang dibangun oleh BRIN? Berikut adalah rincian lengkapnya:
- Ukuran: 36 m²
- Kamar tidur: 2
- Ruang keluarga: 1
- Kamar mandi: 1
- Dapur: 1
- Struktur: Kolom dan balok besi hollow 100 x 100 x 1,6 mm
- Joint interlock: SS 316 tebal 2mm
- Rangka atap: Baja ringan
- Penutup atap: Spandex pasir
- Plafon: PVC
- Lisplank: GRC
- Dinding: Panel beton 300.60.7,5 cm
- Lantai: Keramik
- Kloset: Jongkok
- Pondasi: Batu kali
- Kusen pintu dan jendela: Aluminium
- Pompa air: ex washer atau setara
- Cat tembok: Catylax
Dengan spesifikasi yang kokoh dan desain yang inovatif, rumah modular BRIN tidak hanya menawarkan tempat tinggal, tetapi juga memberikan rasa aman bagi penghuninya di daerah yang rawan bencana. Pengembangan dan penerapan teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata untuk meningkatkan ketahanan bangunan di Indonesia, terutama di wilayah yang sering dilanda gempa bumi.
➡️ Baca Juga: Fujifilm Instax Wide 400 Jet Black, Kunci Sukses Fotografi Autentik untuk Gen Z
➡️ Baca Juga: Pentingnya Kualitas dan Keamanan Pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis di Era Media Sosial




