kpkgg
Ekonomi

Harga Menjadi Faktor Utama bagi Gen Z dan Milenial dalam Memilih Co-Living

Tinggal di lokasi yang strategis memang menjadi daya tarik tersendiri, tetapi bagi generasi Z dan milenial, ada satu elemen yang lebih krusial, yaitu harga sewa yang sesuai dengan anggaran. Menurut hasil riset yang dilakukan oleh Cove bersama Jakpat pada 8 Oktober 2026, sekitar 69 persen Gen Z dan milenial di wilayah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya menganggap harga sewa yang terjangkau sebagai faktor utama dalam memilih co-living. Ini menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh anak muda lebih mengutamakan angka sewa dibandingkan lokasi. Menariknya, mereka tidak hanya mencari hunian dengan harga rendah, tetapi juga lebih dari setengah responden menginginkan biaya sewa yang mencakup berbagai kebutuhan seperti listrik, air, dan internet.

Harga Sebagai Pertimbangan Utama

Di tengah meningkatnya harga properti yang semakin sulit dijangkau, co-living muncul sebagai salah satu alternatif hunian yang populer di kalangan generasi muda. Namun, berpindah ke hunian sewa tidak berarti mereka mengabaikan perhitungan keuangan. Riset tersebut menunjukkan bahwa 69 persen responden menekankan pentingnya harga sewa yang sesuai anggaran sebagai pertimbangan utama saat mencari co-living. Angka ini menunjukkan pola yang sama antara Gen Z dan milenial, di mana keduanya cenderung memprioritaskan harga sewa. Bahkan, kecenderungan ini terlihat tidak hanya pada mereka yang memiliki anggaran terbatas.

“Generasi Z dan milenial saat ini sangat teliti dalam hal pengeluaran, tetapi mereka juga memiliki ekspektasi tinggi terkait kenyamanan, termasuk dalam memilih hunian sewa. Sikap ini tidak semata-mata dipengaruhi oleh besaran anggaran, melainkan juga mencerminkan karakter generasi. Riset terbaru kami menunjukkan bahwa di kalangan responden dengan anggaran hidup menengah ke atas, yakni di atas Rp7,5 juta per bulan, harga sewa yang sesuai anggaran tetap menjadi pertimbangan utama saat mencari co-living, sebagaimana halnya dengan kelompok lainnya,” jelas Dian Paskalis, Country Director of Growth di Cove.

Lokasi Tetap Memiliki Nilai Penting

Meskipun harga menjadi faktor paling utama, lokasi tetap memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan. Sebanyak 58 persen responden mempertimbangkan lokasi co-living yang strategis. Namun, terdapat perbedaan mencolok antara Gen Z dan milenial. Milenial lebih memperhatikan lokasi strategis, dengan 64 persen dari mereka menganggapnya penting, sementara hanya 51 persen Gen Z yang memiliki pandangan serupa. Perbedaan ini mungkin berkaitan dengan aktivitas masing-masing generasi.

Sebagian besar Gen Z masih berada di fase pendidikan atau baru memulai karir, sehingga aktivitas mereka cenderung lebih fleksibel. Sebaliknya, milenial, yang umumnya sudah memiliki rutinitas kerja yang lebih tetap, menjadikan jarak dan akses menuju tempat kerja sebagai pertimbangan yang lebih signifikan.

Pentingnya Biaya Tambahan yang Transparan

Aspek menarik lainnya dari riset ini adalah mengenai biaya tambahan. Sekitar 55 persen responden lebih memilih co-living yang menawarkan harga sewa yang sudah termasuk biaya listrik, air, dan internet. Model semacam ini memudahkan penyewa dalam memperkirakan pengeluaran bulanan mereka, sehingga mereka tidak perlu khawatir tentang tagihan terpisah yang dapat mengganggu anggaran.

Generasi muda tetap memperhatikan keamanan, kelengkapan fasilitas, serta kenyamanan kamar setelah mempertimbangkan harga, lokasi, dan model sewa yang all-in. Dengan demikian, mereka tidak hanya mencari tempat tinggal yang murah, tetapi juga ingin memastikan bahwa semua kebutuhan dasar terpenuhi dengan baik.

Co-Living yang Layak Dipilih

Pilihan hunian generasi muda seiring berjalannya waktu bukan hanya sekadar mencari harga terendah. Mereka lebih memilih kombinasi antara biaya yang masuk akal, lokasi yang mendukung aktivitas sehari-hari, dan fasilitas yang membuat kehidupan lebih nyaman. “Lokasi, harga sewa, dan kualitas hunian saling terkait di pasar properti Indonesia. Semakin strategis lokasi hunian, semakin tinggi biayanya. Biaya ini juga biasanya meningkat seiring dengan ketersediaan fasilitas, seperti perabotan kamar, keamanan 24 jam, atau ruang komunal,” ungkap Dian.

Oleh karena itu, co-living hadir sebagai solusi ideal bagi Gen Z dan milenial: hunian yang terletak di pusat kota dengan fasilitas lengkap dan skema kontrak yang lebih fleksibel, mulai dari perhitungan mingguan. Ini memungkinkan mereka tinggal di hunian yang sesuai tanpa banyak berkompromi.

Kesimpulan

Dengan meningkatnya kebutuhan akan hunian yang terjangkau dan nyaman, co-living menjadi pilihan yang tepat bagi generasi muda. Keterbatasan anggaran tidak lagi menjadi penghalang untuk memiliki tempat tinggal yang layak. Dengan mempertimbangkan harga sewa yang transparan dan lokasi yang strategis, Gen Z dan milenial dapat menemukan hunian ideal yang memenuhi semua kebutuhan mereka.

➡️ Baca Juga: Warna Ini Justru Mempersempit Kamar Mandi Anda, Kenali Efeknya Sekarang!

➡️ Baca Juga: Karhutla Berbulan-Bulan, DPRD Jakarta Akhirnya Imbau Warga Hentikan Pembakaran Sampah Sembarangan

Related Articles

Back to top button