PMI Cililin Hilang Kontak di Dubai, Pemkab Bandung Barat Ambil Tindakan Cepat

Keberadaan Siti Nurhaidah Pratiwi, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Cililin, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Setelah dilaporkan hilang kontak dan diduga mengalami penyekapan di Dubai, langkah cepat diambil oleh pemerintah daerah untuk memastikan keselamatannya. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker), Pemkab Bandung Barat telah berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Luar Negeri untuk menelusuri informasi mengenai Siti.
Tindakan Pemkab Bandung Barat
Dewi Andani, Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, Penempatan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi dari Disnaker KBB, mengungkapkan bahwa surat resmi telah dikirim ke dua kementerian terkait. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian dan memberikan pertolongan kepada Siti agar dapat kembali ke tanah air dengan selamat, sesuai harapan keluarganya.
“Kami sangat berharap langkah yang diambil sesuai dengan kewenangan kami dapat membawa hasil positif, dan Siti segera ditemukan,” ungkap Dewi dalam sebuah pernyataan di Bandung Barat.
Kondisi Terkini Siti Nurhaidah Pratiwi
Hingga saat ini, informasi mengenai keberadaan Siti masih belum jelas. Keluarga yang kehilangan kontak dengan Siti mengaku mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengannya, dan mereka berharap pemerintah dapat membantu memastikan keselamatan Siti serta memfasilitasi kepulangannya ke Indonesia.
Menurut keterangan yang diberikan keluarga, Siti berangkat ke Dubai pada bulan September 2026 untuk bekerja. Ia sempat berkomunikasi dengan mereka setelah tiba di sana, tetapi kabar buruk datang ketika keluarga mengetahui bahwa Siti mengalami masalah di tempat kerjanya dan merasa ingin meninggalkan lokasi tersebut.
Kekhawatiran Keluarga
Kekhawatiran keluarga semakin meningkat setelah mereka menerima laporan bahwa Siti mengalami luka di tubuhnya. Informasi yang diterima juga menyebutkan bahwa Siti telah tidak lagi bekerja di tempat sebelumnya, namun penyebab luka dan dugaan penyekapan masih perlu ditelusuri lebih lanjut.
- Siti tidak dapat dihubungi sejak beberapa waktu terakhir.
- Keluarga melihat luka pada tubuhnya yang menimbulkan pertanyaan.
- Informasi tentang lokasi dan kondisi Siti masih minim.
- Disnaker KBB berupaya menggali informasi lebih lanjut.
- Keluarga berharap ada bantuan dari pemerintah untuk kepulangan Siti.
Langkah-Langkah Pemerintah Daerah
Pihak Disnaker KBB telah melakukan kunjungan ke rumah keluarga Siti untuk mengumpulkan informasi awal yang diperlukan sebelum melanjutkan laporan kepada kementerian yang bersangkutan. Keluarga juga aktif mendatangi kantor Disnaker untuk menanyakan perkembangan kasus ini.
“Kami akan terus memantau perkembangan terkait surat yang telah kami kirimkan. Setiap informasi yang kami terima akan disampaikan kepada keluarga,” tegas Dewi.
Pentingnya Legalitas dan Prosedur Penempatan
Disnaker KBB juga menekankan bahwa legalitas pihak yang terlibat dalam proses keberangkatan Siti serta kelengkapan dokumen penempatan perlu diperiksa secara saksama. Ini merupakan langkah penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Pemerintah daerah mengingatkan kepada calon PMI untuk selalu memastikan legalitas perekrut dan prosedur penempatan sebelum memutuskan untuk bekerja di luar negeri. Hal ini penting demi menghindari masalah yang dapat membahayakan keselamatan mereka di negara tujuan.
Imbauan untuk Calon PMI
Dewi juga mengimbau masyarakat yang berencana untuk bekerja di luar negeri agar berkonsultasi terlebih dahulu dengan Disnaker. Melalui konsultasi ini, calon PMI dapat memperoleh informasi lengkap mengenai prosedur penempatan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
- Pastikan semua dokumen tenaga kerja lengkap dan sah.
- Verifikasi legalitas agen atau perekrut yang akan membantu keberangkatan.
- Ketahui hak-hak sebagai pekerja migran sebelum berangkat.
- Jangan ragu untuk meminta bantuan jika menghadapi masalah di luar negeri.
- Selalu berkomunikasi dengan keluarga selama berada di luar negeri.
“Jika memang ingin bekerja di luar negeri, datanglah ke dinas terlebih dahulu. Kami akan memberikan arahan dan informasi yang dibutuhkan. Yang terpenting adalah berhati-hati dan memastikan jalur keberangkatan sesuai dengan ketentuan,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: Prediksi Leverkusen vs Arsenal: Duel Dua Tim ‘Invincibles’, Sanggupkah Meriam London Hancurkan Benteng Kokoh Die Werkself?
➡️ Baca Juga: Pemilihan Duta SMA 2026: Ketahui Syarat, Kriteria, Cara Daftar, dan Jadwalnya




