Pemerintah Siapkan 3.784 Unit Hunian Vertikal di Manggarai untuk Kebutuhan Perumahan

Jakarta – Dalam upaya mengatasi masalah perumahan yang semakin mendesak di kawasan perkotaan, pemerintah telah merencanakan pembangunan sebanyak 3.784 unit hunian vertikal modern di area Stasiun Manggarai. Proyek ini diresmikan pada tanggal 21 Agustus lalu di Jakarta Selatan, dan diharapkan menjadi solusi cerdas untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat.
Visi Pembangunan Hunian Vertikal di Manggarai
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menekankan bahwa seluruh unit hunian yang akan dibangun tidak hanya akan memenuhi standar kenyamanan, tetapi juga didesain secara inovatif. Rancangan hunian vertikal ini diharapkan menjadi alternatif yang efektif dalam mengatasi isu kepadatan yang sering terjadi di Jakarta.
Rencana Tata Ruang yang Terintegrasi
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menjelaskan detail mengenai pembagian tata ruang kompleks hunian. Pada lantai dasar gedung, akan ada area komersial yang dirancang untuk mendukung aktivitas sehari-hari para penghuni.
Bobby melanjutkan, “Konsep pembangunan ini mencakup dua blok, dengan total lima tower yang terdiri dari 24 lantai. Dari total 3.784 unit, 1.276 unit akan berada di Blok G dan 2.508 unit di Blok F. Selain itu, akan ada 150 unit ritel yang terdiri dari 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F. Proses pembangunan ini akan berlangsung selama 18 bulan, dimulai dari hari ini.”
Detail Pembangunan Blok G dan Blok F
Blok G, yang akan dibangun di atas lahan seluas 7.000 meter persegi, akan memprioritaskan penyediaan unit tipe studio dan unit dengan dua kamar tidur. Hal ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para pekerja lajang serta pasangan yang mencari hunian.
Bobby menjelaskan lebih lanjut, “Di Blok G akan ada tiga tower, yaitu Tower A dengan 352 unit, Tower B dengan 418 unit, dan Tower C dengan 506 unit. Tipe unit yang disediakan bervariasi, mulai dari studio seluas 28 meter persegi hingga tipe 36 dan 45 dengan dua kamar tidur.”
Pembangunan Blok F untuk Keluarga
Mengenai Blok F, Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa area ini akan memanfaatkan lahan seluas 1,5 hektare. Di sini, unit dengan tiga kamar tidur akan disediakan untuk menampung keluarga dengan jumlah anak yang lebih banyak.
“Blok F direncanakan akan terdiri dari lima tower, dengan rincian: Tower 1 sebanyak 572 unit, Tower 2 sebanyak 572 unit, Tower 3 dengan 528 unit, Tower 4 sebanyak 308 unit, dan Tower 5 sebanyak 528 unit. Tipe unit yang ditawarkan juga bervariasi antara tipe 36, tipe 45 dengan dua kamar tidur, dan tipe 52 dengan tiga kamar tidur,” ungkap Bobby.
Kualitas dan Investasi dalam Proyek Ini
Ketua Satuan Tugas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, memberikan apresiasi terhadap kualitas desain bangunan yang direncanakan. Hashim meyakini bahwa material berkualitas tinggi yang digunakan dalam pembangunan ini akan berpotensi meningkatkan nilai investasi di sektor properti vertikal.
Hashim menyatakan, “Kualitas bangunan ini luar biasa. Saya yakin dengan mutu yang baik, nilai tanah dan apartemen di lokasi ini akan meningkat secara signifikan.”
Komitmen Terhadap Keadilan Distribusi Hunian
Menteri Maruarar Sirait menegaskan bahwa semua unit hunian yang dibangun akan difokuskan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Untuk menjaga keadilan dalam distribusi hunian, ia melarang penguasaan unit secara berlebihan oleh individu atau kelompok tertentu.
Penetapan Harga Hunian yang Transparan
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan bahwa penetapan harga hunian akan dilakukan dengan teliti. Perhitungan harga jual per unit akan didasarkan pada ukuran luas meter persegi, sehingga transparansi dalam penetapan harga dapat terjaga.
Perancangan Unit yang Memperhatikan Sirkulasi Udara
Pejabat teknis dari PKP, Sri, menjelaskan bahwa desain tata ruang unit apartemen akan mengutamakan sirkulasi udara yang baik. Selain itu, Kementerian Perhubungan juga akan mengintegrasikan akses bagi pejalan kaki menuju stasiun kereta rel listrik yang berdekatan.
Harapan untuk Kualitas Hidup yang Lebih Baik
Dengan adanya pembangunan ribuan unit apartemen ini, Menteri Maruarar Sirait optimis bahwa kualitas hidup keluarga pekerja akan mengalami peningkatan. Proyek hunian vertikal ini tidak hanya akan menyediakan tempat tinggal, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan komunitas yang lebih baik di Jakarta.
➡️ Baca Juga: 4 Tes Kesehatan Penting Pasca Lebaran untuk Menjaga Kesehatan Anak Muda
➡️ Baca Juga: Universitas Tarakanita Cetak 126 Wisudawan Perdana di Tahun 2026 sebagai Pengganti STARKI



