slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

Kementan Dorong Sistem ‘Cage-Free’ untuk Ayam Petelur demi Keamanan Pangan yang Lebih Baik

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mendorong transisi dari sistem pemeliharaan ayam petelur yang menggunakan kandang baterai menuju sistem yang lebih manusiawi, yaitu cage-free. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesejahteraan hewan serta memperkuat ketahanan pangan di Indonesia.

Pentingnya Peralihan ke Sistem Cage-Free

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner di Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Wirata, menekankan bahwa penggunaan antibiotik yang berlebihan dalam sistem peternakan intensif berpotensi menimbulkan resistensi antimikroba. Masalah ini menjadi ancaman serius yang dapat memengaruhi kesehatan masyarakat.

Potensi Ancaman Resistensi Antimikroba

“Resistensi antimikroba adalah sebuah isu yang sangat mengkhawatirkan. Satu kajian bahkan menyebutkan bahwa jika tidak ada langkah antisipatif, resistensi ini bisa menjadi masalah yang sangat besar pada tahun 2050,” ungkap Ketut dalam acara Beyond the Cage yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Sabtu, 9 Mei.

Masalah dalam Sistem Kandang Baterai

Dalam sistem kandang baterai, setiap ayam hanya memiliki ruang gerak sekitar 450 sentimeter persegi, yang lebih kecil dari ukuran selembar kertas A4. Kondisi ini mengakibatkan ayam tidak dapat bergerak leluasa, yang berdampak pada kesehatannya.

Prinsip Lima Kebebasan Hewan

Ketut menekankan bahwa penerapan sistem pemeliharaan ayam petelur harus mempertimbangkan lima prinsip kebebasan hewan yang diakui secara global. Prinsip tersebut mencakup kebebasan untuk memenuhi kebutuhan dasar serta mengekspresikan perilaku alaminya.

  • Bebas dari rasa lapar
  • Bebas dari rasa haus
  • Bebas dari penyakit
  • Bebas dari stres
  • Bebas untuk mengekspresikan perilaku alami

Regulasi Kesejahteraan Hewan

Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2025, yang mengatur tentang kesejahteraan hewan. Regulasi ini mencakup aspek pemeliharaan serta perawatan ternak, termasuk unggas, untuk menjamin kesejahteraan mereka.

Penerapan Sistem Cage-Free di Indonesia

Saat ini, sistem cage-free sudah mulai diterapkan di beberapa daerah, termasuk Jawa Barat dan Bali. Hal ini menunjukkan adanya komitmen dari para peternak untuk beralih ke sistem yang lebih baik.

Pelatihan dan Edukasi untuk Peternak

Roby Gandawijaya, salah satu peternak cage-free dari PT Inti Prima Satwa Sejahtera, menyatakan bahwa penerapan sistem ini semakin mudah berkat adanya pusat pelatihan yang didirikan di Yogyakarta.

“Dengan adanya training center, para peternak bisa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik dalam menerapkan sistem cage-free,” jelasnya.

Harga Telur Cage-Free

Roby juga menjelaskan bahwa telur yang dihasilkan dari ayam yang dipelihara dengan sistem cage-free dijual dengan harga sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan telur komersial. Selisih harga ini, menurutnya, sebanding dengan kualitas hidup ayam yang lebih baik.

Keunggulan dan Tantangan Sistem Cage-Free

“Perbedaan harga tersebut mencerminkan pilihan konsumen untuk mengonsumsi produk pangan yang lebih bertanggung jawab, yaitu telur dari ayam yang mendapatkan kebebasannya, bukan dari ayam yang dipelihara dalam kondisi terbatas,” ungkap Roby.

Sistem cage-free memang memerlukan lahan yang lebih luas untuk memberikan ruang gerak yang memadai bagi ayam. Namun, hal ini juga berimplikasi pada produktivitas telur yang cenderung lebih rendah dan biaya produksi yang lebih tinggi, karena peternak berusaha mengurangi penggunaan antibiotik.

Pemanfaatan Bahan Alami dalam Peternakan

“Kami hampir tidak menggunakan antibiotik. Sebagai alternatif, kami menggunakan bahan-bahan alami seperti kunyit untuk mendukung kesehatan ayam,” tambah Roby.

Pedoman dari Kementan

Kementan, melalui Ditjen PKH, juga telah menerbitkan pedoman mengenai sistem produksi ayam petelur bebas sangkar. Pedoman ini bertujuan untuk menjadi acuan bagi semua pemangku kepentingan dalam mengembangkan produksi yang lebih berkelanjutan, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kesejahteraan hewan.

Peralihan menuju sistem cage-free untuk ayam petelur adalah langkah penting yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan hewan, tetapi juga berkontribusi pada keamanan pangan yang lebih baik. Dengan dukungan dari pemerintah, pelatihan untuk peternak, dan kesadaran konsumen, sistem ini diharapkan dapat diterapkan secara luas di seluruh Indonesia.

➡️ Baca Juga: Trump Terapkan Tarif Baru 10% untuk Perang Dagang AS-China di Sektor Teknologi

➡️ Baca Juga: Aplikasi Bermanfaat untuk Mengatur Aktivitas Kerja Secara Efektif dan Efisien

Related Articles

Back to top button