DPR Mendorong Percepatan Rekonstruksi Desa Adat Sade untuk Pembangunan Berkelanjutan

Jakarta – Dalam upaya mendukung pembangunan berkelanjutan, Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Singgih Januratmoko, mengusulkan agar rekonstruksi Desa Adat Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dapat dipercepat. Politisi dari Partai Golkar ini berharap agar desa tradisional tersebut dapat kembali beroperasi dalam waktu enam bulan ke depan setelah mengalami musibah.
Pentingnya Rekonstruksi Desa Adat Sade
“Yang paling mendesak adalah segera melakukan rekonstruksi,” ungkap Singgih saat memberikan pernyataan di Jakarta. Ia menekankan pentingnya untuk memastikan bahwa dalam enam bulan ke depan, Desa Adat Sade sudah dapat berfungsi kembali dengan baik.
Desa Adat Sade adalah sebuah dusun tradisional yang dihuni oleh Suku Sasak, yang dikenal karena komitmennya untuk menjaga dan melestarikan adat istiadat leluhur. Sebagai salah satu desa adat tertua di Pulau Lombok, Sade telah menjadi salah satu destinasi favorit bagi wisatawan baik lokal maupun internasional.
Musibah Kebakaran yang Menghancurkan
Pada malam tanggal 22 Agustus 2026, Desa Adat Sade mengalami bencana besar ketika kebakaran melanda wilayah tersebut. Sekitar 150 rumah terbakar habis, dan lebih dari 300 warga terdampak akibat insiden tersebut, yang menimbulkan kekhawatiran akan pemulihan komunitas.
Mempertahankan Karakter Tradisional dalam Rekonstruksi
Singgih menegaskan bahwa penting untuk menjaga karakter dan konsep tradisional yang telah ada di Desa Adat Sade selama ini. Ia menekankan, proses pembangunan kembali harus merujuk pada konsep awal yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat adat pada setiap tahapannya.
“Harapan kami, sesuai dengan pernyataan kepala dusun, desa ini dapat dibangun kembali sesuai dengan nilai-nilai tradisional yang telah diwariskan,” jelasnya. “Karena ini adalah warisan turun-temurun, maka semua material bangunan harus disesuaikan dengan kondisi aslinya.”
Aspek Keselamatan dalam Rekonstruksi
Walau begitu, Singgih mengingatkan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam proses rekonstruksi desa. Penting untuk melakukan evaluasi terhadap sistem mitigasi kebakaran, yang harus melibatkan kerjasama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat.
Ia menyoroti bahwa karakter bangunan tradisional di Desa Adat Sade sebagian besar menggunakan material yang mudah terbakar. Oleh karena itu, langkah-langkah untuk meningkatkan sistem keselamatan harus dilakukan secara serius.
- Penataan instalasi listrik yang lebih baik
- Pemakaian sumber api yang lebih aman
- Peningkatan sistem pemadam kebakaran
- Pembangunan infrastruktur yang mendukung keselamatan
- Pendidikan masyarakat tentang pencegahan kebakaran
Perbaikan Sistem Kelistrikan dan Pemakaian Api
Penataan kelistrikan, pencahayaan, serta penggunaan peralatan memasak harus dibahas secara menyeluruh selama proses rekonstruksi. Semua langkah ini perlu dilakukan tanpa menghilangkan esensi dan karakter tradisional Desa Adat Sade.
“Semua aspek mitigasi harus dipertimbangkan secara komprehensif, dan bangunan akan dikembalikan seperti semula,” tegasnya. “Namun, penggunaan listrik dan sumber api seperti minyak atau kompor juga harus diperhatikan, mengingat banyak bahan bangunan yang rentan terbakar.”
Pemulihan Ekonomi Masyarakat
Selain fokus pada pemulihan fisik, Singgih juga menekankan pentingnya pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak oleh kebakaran. Banyak tempat usaha masyarakat yang ikut terbakar, sehingga dukungan untuk mengembalikan aktivitas ekonomi sangat diperlukan.
- Pemberian bantuan finansial untuk usaha kecil
- Pelatihan keterampilan untuk meningkatkan produktivitas
- Penyediaan akses ke modal usaha
- Pembukaan kembali lokasi usaha yang terdampak
- Inisiatif untuk mempromosikan produk lokal
Oleh karena itu, Singgih mengajak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk berperan aktif dalam memberikan bantuan produktif kepada masyarakat yang kehilangan tempat usaha mereka. Diharapkan dengan dukungan ini, proses pembangunan kembali dapat segera dilakukan, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dan perekonomian kawasan dapat pulih.
“Banyak usaha yang terdampak, dan beberapa tempat usaha juga terbakar,” tambahnya. “Insya Allah, kita akan melibatkan Baznas untuk memberikan bantuan-bantuan yang produktif agar ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan.”
➡️ Baca Juga: Pemkab Bogor Percepat Proses Perizinan untuk Meningkatkan Pendapatan Daerah
➡️ Baca Juga: Syarat, Cara Daftar, dan Kuota Poltekpin 2026 untuk Menjadi PNS Kemenkum




