slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

Ditjen Hubdat Terapkan Strategi Efektif Atasi Kepadatan di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk

Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan berupaya mengatasi masalah kepadatan yang terjadi di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, yang semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir. Sebagai langkah konkret, sejumlah strategi telah diimplementasikan, termasuk penambahan tiga kapal besar berkapasitas 5000 GT dari Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Merak untuk membantu memperlancar arus transportasi.

Strategi Penambahan Kapal untuk Mempercepat Proses Transportasi

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, mengungkapkan bahwa untuk mempercepat pengangkutan muatan, dua unit kapal besar akan ditambahkan dari Pelabuhan Padangbai dan satu unit dari Pelabuhan Merak. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan efisiensi pengangkutan.

Skema Tiba – Bongkar – Berangkat (TBB)

Untuk lebih memperlancar proses bongkar muat, pihaknya juga menerapkan skema Tiba – Bongkar – Berangkat (TBB). Dengan skema ini, setiap kapal yang tiba di Pelabuhan Gilimanuk akan langsung melakukan bongkar muat dan segera berangkat kembali untuk mengangkut muatan berikutnya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas layanan dan mempercepat pergerakan kendaraan secara bertahap.

Koordinasi dengan Stakeholders dan Peningkatan Operasional

Selain penambahan kapal, Ditjen Hubdat juga berkoordinasi dengan Ditjen Perhubungan Laut, Kepolisian Daerah Jawa Timur, Pemerintah Daerah Jawa Timur, dan PT ASDP Indonesia Ferry untuk menambah operasional dua kapal pada lintasan Pelabuhan Tanjung Wangi menuju Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Jangkar. Ini merupakan langkah strategis untuk menangani kepadatan yang terjadi.

Pemisahan Antrean Kendaraan

Untuk mengoptimalkan proses bongkar muat, pemisahan antrean kendaraan berdasarkan berat muatan juga diterapkan. Kendaraan dengan berat tertentu akan diarahkan ke dermaga yang sesuai dengan kapasitas dukungnya. Ini bertujuan untuk mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan.

  • Kendaraan dengan berat ≤35 ton diarahkan ke dermaga dengan daya dukung ≤35 ton
  • Kendaraan dengan berat >35 ton diarahkan ke LCM atau dermaga dengan daya dukung minimal 50 ton

Revitalisasi dan Pengembangan Dermaga

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bersama dengan stakeholders juga sedang menyiapkan langkah-langkah tambahan untuk mengatasi kepadatan. Salah satu rencana adalah mempercepat revitalisasi Dermaga II Ketapang. Selain itu, mereka juga akan menyiapkan _buffer zone_ alternatif dan mengaktifkan Pelabuhan Jangkar khusus untuk kendaraan logistik yang menuju Pelabuhan Lembar serta kendaraan kecil yang menuju Pelabuhan Celukan Bawang.

Penyebab Kepadatan di Pelabuhan

Sebelumnya, pada hari Jumat (4/9), antrean kendaraan di luar Pelabuhan Ketapang mencapai panjang sekitar 12 Km, sebagian besar didominasi oleh kendaraan angkutan barang. Peningkatan volume kendaraan logistik dan berkurangnya kapasitas angkut akibat pengerjaan peningkatan kapasitas Dermaga MB II dari 35 ton menjadi 50 ton menjadi faktor utama penyebab kepadatan ini.

Selain itu, jumlah kapal yang beroperasi juga menurun dari 28 unit menjadi 23 unit, dengan rincian 14 kapal di Dermaga MB dan sembilan kapal di Dermaga LMC. Pada trayek Tanjung Wangi (Banyuwangi) menuju Gili Mas (Lombok Barat), hanya dua unit kapal yang beroperasi dari sebelumnya empat unit. Kerusakan pada Dermaga Bulusan yang berfungsi sebagai dermaga penyangga juga menjadi kendala dalam meningkatkan kapasitas operasional.

Pentingnya Kerjasama Pengguna Jasa

Dalam situasi ini, Dirjen Perhubungan Darat mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk tetap mengikuti arahan petugas di lapangan. Hal ini penting untuk menjaga kelancaran, ketertiban, dan keselamatan selama proses antrean dan penyeberangan.

“Kami memahami bahwa kondisi kepadatan saat ini menyebabkan masyarakat harus menunggu lebih lama. Kami berharap semua pihak dapat bersabar dan mematuhi pengaturan antrean yang berlaku. Kerja sama dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan selama proses penyeberangan,” ungkapnya.

Dengan langkah-langkah strategis yang diambil oleh Ditjen Hubdat, diharapkan kepadatan pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dapat diatasi secara efektif, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih lancar dan efisien. Implementasi skema TBB, pengaturan antrean, serta revitalisasi dermaga adalah bagian dari upaya ini, yang diharapkan membawa dampak positif bagi pengguna jasa pelabuhan.

➡️ Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026 di Simpang Palimanan: Ramai dan Lancar Tanpa Kendala

➡️ Baca Juga: 15 Buku Terlaris Sepanjang Masa: Dari The Lord of the Rings Hingga Harry Potter

Related Articles

Back to top button