Pemkot Ambon Tindak Cepat Cegah Stunting Sejak Masa Kehamilan untuk Kesehatan Ibu dan Anak

Pencegahan stunting adalah isu krusial yang memengaruhi masa depan generasi bangsa. Di Kota Ambon, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengambil langkah proaktif dengan memfokuskan upaya pencegahan stunting sejak periode kehamilan. Dengan memastikan kesehatan dan gizi yang optimal bagi ibu dan anak, Pemkot Ambon berupaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Dalam upaya ini, penting untuk memperhatikan setiap aspek, mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil, hingga pertumbuhan anak setelah lahir.
Strategi Pencegahan Stunting Sejak Kehamilan
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, menegaskan bahwa penanganan masalah stunting tidak hanya berkisar pada pengurangan angka, tetapi juga pada penciptaan lingkungan yang mendukung pertumbuhan sehat anak. “Perhatian terhadap kesehatan serta pemenuhan gizi harus dimulai sejak masa kehamilan,” ungkap Ely. Ia menegaskan pentingnya memulai langkah preventif sejak dini agar anak-anak dapat tumbuh dengan optimal.
Pentingnya Gizi Sejak Awal
Dalam kesempatan yang sama, Ely menyampaikan bahwa pemantauan pertumbuhan anak dan pemberian makanan yang tepat sangat penting. Keluarga diharapkan menggunakan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) untuk memantau perkembangan kesehatan anak mereka. Hal ini penting agar setiap keluarga dapat memastikan bahwa anak mereka mendapatkan nutrisi yang cukup dan sesuai dengan tahap pertumbuhannya.
- Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama
- Memperkenalkan makanan pendamping ASI yang bergizi
- Memantau pertumbuhan anak secara rutin
- Memberikan pendidikan tentang gizi kepada orang tua
- Pemilihan bahan makanan yang variatif dan sehat
Penyebab Stunting dan Tindakan yang Diperlukan
Stunting sering kali disalahartikan sebagai sekadar masalah ketersediaan makanan. Namun, Ely menekankan bahwa masalah ini juga berkaitan dengan pengetahuan keluarga tentang gizi. Pola asuh yang baik, serta pemilihan bahan pangan yang tepat, juga berkontribusi terhadap masalah gizi anak. “Penting bagi orang tua untuk memahami kebutuhan gizi anak sesuai dengan usianya,” tambahnya.
Peran Keluarga dalam Mencegah Stunting
Pendidikan keluarga menjadi kunci dalam mengatasi masalah gizi yang dialami anak-anak. Keluarga perlu memahami cara pengolahan makanan yang sehat dan frekuensi pemberian makanan. Dengan pengetahuan yang baik, keluarga dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan gizi anak mereka. Ely juga menggarisbawahi pentingnya peran kader Posyandu dan organisasi masyarakat dalam memberikan edukasi tentang kesehatan dan gizi kepada keluarga.
- Kegiatan penyuluhan gizi di Posyandu
- Pelatihan bagi kader kesehatan tentang nutrisi
- Program pemberian makanan bergizi di masyarakat
- Pengawasan dan evaluasi pertumbuhan anak secara berkala
- Pemberian informasi yang mudah dipahami oleh orang tua
Pentingnya Akses Terhadap Makanan Bergizi
Ely juga menjelaskan bahwa makanan bergizi tidak selalu harus mahal. Keluarga dapat memanfaatkan bahan pangan yang ada di sekitar mereka. “Keberagaman, kebersihan, dan keamanan pangan harus tetap diperhatikan,” ujarnya. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, diharapkan setiap keluarga dapat menyediakan makanan yang bergizi tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.
Kolaborasi dalam Penanganan Stunting
Kota Ambon telah menunjukkan kemajuan dalam upaya penurunan stunting. Dengan nilai 74,15, Ambon menjadi salah satu daerah yang berkinerja baik dalam penurunan angka stunting di Provinsi Maluku. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah kasus stunting di kota ini telah menurun dari 279 kasus (1,60 persen) pada tahun 2025 menjadi 271 kasus (1,58 persen) pada tahun 2026.
- Target penurunan stunting sebesar 3% setiap tahun
- Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi non-pemerintah
- Monitoring dan evaluasi secara berkala
- Pendidikan publik tentang pentingnya gizi
- Program spesifik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat
Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya penurunan stunting. Ely Toisutta menegaskan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari peran aktif semua pihak dalam mendukung program-program kesehatan dan gizi. “Kami akan terus berupaya untuk memastikan bahwa setiap anak di Kota Ambon dapat tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang cerah,” tutupnya.
Kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap masalah stunting perlu terus ditingkatkan. Dengan melakukan pendidikan dan memberikan informasi yang tepat, diharapkan keluarga dapat lebih proaktif dalam mencegah stunting. Program-program yang ada harus dijadikan sarana untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan sejak dini, dimulai dari masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak.
Melalui langkah-langkah yang tepat dan terintegrasi, Pemkot Ambon berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan ibu dan anak. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan pencegahan stunting dapat terus dilakukan secara efektif, dan setiap anak di Ambon memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
➡️ Baca Juga: Menhub Instruksikan Penanganan Kebakaran KMP Putri Yasmin untuk Prioritaskan Pertolongan Penumpang
➡️ Baca Juga: 8 Tower Hunian Vertikal 24 Lantai Sedang Dibangun di Stasiun Manggarai Jakarta




