Veda Ega Raih Peringkat 12 dalam Sesi Latihan Moto3 GP Indonesia

Dalam dunia balap motor, setiap sesi latihan menjadi momen penting bagi para pembalap untuk menguji performa mereka sebelum berkompetisi. Salah satu pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil menunjukkan kemampuannya dengan meraih peringkat ke-12 dalam sesi latihan Moto3 Grand Prix Indonesia yang diadakan di Sirkuit Mandalika, Lombok pada Jumat, 9 Oktober. Momen ini bukan hanya sekadar catatan waktu, tetapi juga langkah awal yang menunjukkan potensi Veda di level internasional.
Prestasi Veda Ega di Sirkuit Mandalika
Dalam sesi latihan tersebut, Veda Ega, yang membela tim Honda Team Asia, tampil dengan cukup mengesankan. Ia berhasil mencatatkan waktu tercepatnya di angka 1 menit 38,040 detik. Catatan ini menunjukkan bahwa Veda berada dalam performa yang kompetitif dan mampu bersaing dengan pembalap-pembalap lain di kelas Moto3.
Perbandingan Waktu dengan Pembalap Lain
Di sisi lain, David Almansa dari Liqui Moly Dynavolt Intact GP menjadi pembalap tercepat dengan catatan waktu 1 menit 37,169 detik. Ia mengungguli Maximo Quiles yang berada di posisi kedua dengan selisih waktu hanya 0,088 detik. Ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di antara pembalap-pembalap top.
- David Almansa: 1 menit 37,169 detik
- Maximo Quiles: +0,088 detik
- Matteo Bertelle: +0,258 detik
- Alvaro Carpe: +0,389 detik
- Adrian Fernandez: +0,485 detik
Strategi dan Upaya Veda Ega
Sejak awal sesi, Almansa menunjukkan dominasinya dengan mencatat waktu 1 menit 38,215 detik. Posisinya terus dibayangi oleh Quiles yang berusaha merebut posisi terdepan. Namun, Alvaro Carpe sempat mengambil alih posisi teratas dengan catatan waktu 1 menit 37,965 detik, menambah ketegangan dalam sesi latihan tersebut.
Sementara itu, Veda Ega terus berjuang untuk memperbaiki catatan waktunya. Ia berusaha keras untuk tetap berada dalam sepuluh besar, dan pada pertengahan sesi, ia berhasil memperbaiki waktu menjadi 1 menit 38,427 detik. Ini menunjukkan dedikasi dan kerja kerasnya untuk bersaing di level tinggi.
Peningkatan Catatan Waktu
Selama sesi latihan, David Almansa terus mempertajam catatan waktunya, mencapai 1 menit 37,392 detik dan kemudian memperbaikinya lagi menjadi 1 menit 37,169 detik. Veda Ega, yang berasal dari Gunung Kidul, Yogyakarta, tidak tinggal diam. Ia terus berupaya meningkatkan catatan waktunya dan berhasil mencatatkan waktu 1 menit 38,040 detik di sisa waktu yang ada.
Hasil Akhir Sesi Latihan
Meski hasil tersebut belum cukup untuk menempatkannya di sepuluh besar, Veda Ega tetap berhasil finis di urutan ke-12. Pencapaian ini memastikan bahwa ia berhak melanjutkan ke kualifikasi 2 (Q2) saat GP Indonesia yang akan berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober. Ini adalah langkah penting bagi Veda untuk menunjukkan kemampuannya di kancah balap internasional.
Rincian Hasil Latihan Moto3 GP Indonesia
Berikut adalah hasil lengkap sesi latihan Moto3 GP Indonesia yang diadakan pada hari Jumat:
- 1. David Almansa: 1 menit 37,169 detik
- 2. Maximo Quiles: +0,088 detik
- 3. Matteo Bertelle: +0,258 detik
- 4. Alvaro Carpe: +0,389 detik
- 5. Adrian Fernandez: +0,485 detik
- 6. Ryusei Yamanaka: +0,616 detik
- 7. Brian Uriarte: +0,622 detik
- 8. Casey O’Gorman: +0,744 detik
- 9. Jesus Rios: +0,813 detik
- 10. Guido Pini: +0,814 detik
- 11. Rico Salmela: +0,850 detik
- 12. Veda Ega Pratama: +0,871 detik
- 13. Adrian Cruces: +0,877 detik
- 14. Joel Esteban: +0,892 detik
- 15. David Munoz: +0,901 detik
Hasil tersebut mencerminkan betapa kompetitifnya balapan di kelas Moto3, di mana setiap detik sangat berharga. Veda Ega Pratama, dengan hasil ke-12-nya, menunjukkan bahwa ia memiliki potensi untuk bersaing lebih jauh di kualifikasi dan balapan mendatang. Dengan pengalaman dan kerja keras, masa depan cerah menanti pembalap muda ini.
Pertandingan ini tidak hanya menjadi ajang bagi Veda, tetapi juga menunjukkan perkembangan pesat balap motor di Indonesia. Semoga performa Veda Ega di kualifikasi dan balapan mendatang dapat membawa kebanggaan bagi bangsa dan membuktikan bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia.
➡️ Baca Juga: Harga BBM Terbaru April 2026: Perbandingan Indonesia dan Negara Tetangga
➡️ Baca Juga: Prediksi Leverkusen vs Arsenal: Duel Dua Tim ‘Invincibles’, Sanggupkah Meriam London Hancurkan Benteng Kokoh Die Werkself?



