Bank DBS dan Batavia Tingkatkan Akses Investasi Syariah ke Pasar Global secara Efektif

Jakarta – Akses bagi para investor Indonesia dalam menjelajahi instrumen investasi syariah di pasar global semakin meningkat. Kolaborasi antara PT Bank DBS Indonesia dan PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen meluncurkan Batavia Gold Sharia Equity USD, sebuah reksa dana syariah offshore yang menggunakan dolar AS sebagai denominasi. Produk ini memberikan kesempatan bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap saham perusahaan-perusahaan global yang bergerak di sektor emas, perak, logam mulia, dan komoditas terkait. Kehadiran produk ini menjadi alternatif menarik bagi mereka yang ingin memperluas diversifikasi portofolio, baik dari segi kelas aset maupun dari perspektif geografis dan tematik.
Peluang Diversifikasi Portofolio Investasi
Batavia Gold Sharia Equity USD dirancang khusus untuk investor dengan profil agresif yang memiliki toleransi risiko tinggi serta tujuan investasi jangka menengah hingga panjang. Produk ini menawarkan akses ke sekitar 56 perusahaan yang beroperasi di berbagai subsektor, termasuk emas, perak, logam mulia, tembaga, dan pertambangan. Dengan nilai pembelian awal minimum sebesar USD10.000, investor Indonesia dapat dengan mudah mengakses produk ini melalui Bank DBS Indonesia.
Keunggulan dari Batavia Gold Sharia Equity USD adalah investor tidak perlu memiliki emas fisik untuk mendapatkan eksposur terhadap tema emas dan komoditas. Ini memberikan fleksibilitas dan kenyamanan bagi investor yang ingin berpartisipasi dalam pertumbuhan sektor ini tanpa harus terlibat langsung dalam pembelian aset fisik.
Kerja Sama Strategis Bank DBS dan Batavia
Kerja sama antara Bank DBS Indonesia dan Batavia diperkenalkan melalui acara penandatanganan simbolis serta sesi berbagi informasi mengenai perkembangan terkini di sektor emas dan komoditas global. Dalam acara tersebut, Boy Suhendry, Head of Market Intelligence PT Bank DBS Indonesia, dan Eri Kusnadi, Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, membahas berbagai faktor yang mempengaruhi dinamika pasar global.
- Perubahan ekspektasi suku bunga
- Fluktuasi nilai tukar
- Kenaikan harga energi
- Perkembangan ekonomi di berbagai negara
- Kondisi pasar komoditas
Memahami Dinamika Pasar Global
Perluasan akses investasi global hadir pada saat investor dihadapkan pada kondisi pasar yang tidak menentu. DBS Chief Investment Office (CIO) memprediksi bahwa diversifikasi lintas aset dan perluasan eksposur akan menjadi elemen penting bagi investor dalam menghadapi tantangan yang ada. Sektor emas dan komoditas menjadi fokus utama, karena karakteristik uniknya yang berbeda dibandingkan dengan aset finansial lainnya.
Faktor-faktor seperti kebutuhan akan sumber daya alam, transisi energi, pembangunan infrastruktur, dan isu ketahanan sumber daya semakin menyoroti pentingnya sektor ini. DBS CIO mempertahankan posisi overweight pada emas serta sejumlah aset alternatif, termasuk komoditas global. Data menunjukkan bahwa pada bulan Agustus 2026, exchange-traded fund (ETF) emas global mencatat arus dana masuk sebesar USD18 miliar, menjadikan total aset kelolaannya mencapai USD615 miliar.
Permintaan Emas dan Komoditas Global
Permintaan yang kuat dari bank sentral dan investor jangka panjang menjadi faktor penentu dalam menjaga ketertarikan terhadap emas sebagai bagian dari diversifikasi portofolio. Namun, dengan kenaikan harga komoditas yang signifikan, investor perlu mempertimbangkan selektivitas dan risiko pasar yang mungkin timbul.
Batavia Gold Sharia Equity USD memberikan akses kepada investor Indonesia untuk berpartisipasi dalam perkembangan industri komoditas global dengan tetap mematuhi prinsip-prinsip syariah. Pendekatan dalam pemilihan saham dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor fundamental, termasuk:
- Kualitas manajemen perusahaan
- Kondisi keuangan perusahaan
- Prospek pertumbuhan yang menjanjikan
- Aspek pengelolaan risiko yang efektif
- Kompetisi di industri terkait
Strategi Investasi yang Terukur
Melfrida Gultom, Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, menyatakan bahwa perubahan dinamika ekonomi global memaksa investor untuk mempertimbangkan strategi investasi yang lebih terukur. Menurutnya, saham di sektor emas dapat menjadi salah satu aset yang layak dipertimbangkan dalam diversifikasi portofolio bagi investor dengan profil risiko agresif yang siap menghadapi volatilitas.
Kerja sama dengan Batavia juga memberikan kesempatan bagi nasabah untuk mendapatkan eksposur terhadap sektor emas dan komoditas global melalui saham berdenominasi dolar AS, tetap dengan mempertimbangkan prinsip syariah. Nasabah dapat mengakses Batavia Gold Sharia Equity USD melalui aplikasi DBS digibank, yang menawarkan kemudahan dalam melakukan investasi.
Peran Wealth Specialist dalam Strategi Investasi
Bank DBS Indonesia juga menyediakan wealth specialist yang siap memberikan informasi dan strategi investasi yang sesuai dengan profil risiko serta tujuan investasi nasabah. Hal ini menunjukkan komitmen Bank DBS dalam mendukung pelanggan untuk mencapai tujuan keuangan mereka dengan cara yang lebih terarah.
Membuka Pilihan Investasi Lintas Negara
Lilis Setiadi, Presiden Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, menekankan bahwa perkembangan pasar global mendorong investor untuk membuka diri terhadap peluang dari berbagai kelas aset dan wilayah. Dinamika pasar global memberikan dorongan bagi investor untuk mengeksplorasi peluang investasi dengan sudut pandang yang lebih luas dalam menyusun portofolio mereka.
Batavia Gold Sharia Equity USD memberikan kesempatan bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap sektor emas dan komoditas global melalui saham perusahaan yang relevan, semua dalam denominasi dolar AS. Keberagaman subsektor komoditas, mulai dari emas, perak, logam mulia, hingga tembaga dan pertambangan, memungkinkan investor untuk memiliki lebih banyak pilihan dalam menyusun strategi investasi mereka.
Komoditas sebagai Instrumen Diversifikasi
DBS CIO mencatat bahwa komoditas tetap berfungsi sebagai salah satu instrumen diversifikasi dan perlindungan terhadap inflasi. Namun, penting bagi investor untuk mempertimbangkan kondisi pasar dan karakteristik masing-masing komoditas sebelum membuat keputusan investasi.
Dalam kerja sama ini, Bank DBS Indonesia berperan sebagai agen penjual yang menggunakan pendekatan advisory yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Sementara itu, Batavia bertanggung jawab sebagai manajer investasi yang mengelola produk sesuai dengan strategi investasi dan ketentuan yang berlaku.
Dengan hadirnya Batavia Gold Sharia Equity USD, investor Indonesia kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menjangkau pasar global melalui instrumen yang berbasis prinsip syariah. Sebelum melakukan investasi, investor disarankan untuk memahami strategi, karakteristik, biaya, dan risiko produk, serta menyesuaikannya dengan tujuan investasi dan profil risiko mereka.
➡️ Baca Juga: Wakil Ketua DPR Resmi Membuka Rakernas AKSI untuk Meningkatkan Kerja Organisasi
➡️ Baca Juga: Kedelai Melonjak, Perajin Tahu Sesuaikan Harga untuk Bertahan di Pasar




