slot depo 10k slot depo 10k
Berita UtamaBuruh Jabargeruduk dprRUU Reforma Agraria

5.000 Buruh Jabar Meminta DPR Segera Menyetujui RUU Reforma Agraria

Jakarta – Dalam rangka menyambut Hari Tani Nasional yang jatuh pada tahun 2026, sekitar 5.000 buruh dan petani dari berbagai daerah di Jawa Barat akan menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada tanggal 24 September 2026. Aksi yang diorganisir ini dipimpin oleh Iman Bedegul, yang merupakan Koordinator Lapangan Petani Bandung Raya dan Jawa Barat.

Tuntutan Aksi Unjuk Rasa

Para peserta aksi akan mengangkat tiga tuntutan utama yang menjadi fokus perhatian mereka. Pertama, mereka mendesak agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Reforma Agraria segera disahkan. Kedua, mereka menuntut penghentian praktik kriminalisasi terhadap buruh dan petani yang berjuang untuk mendapatkan hak atas tanah. Ketiga, mereka menyerukan perwujudan keadilan agraria bagi seluruh rakyat.

Pentingnya RUU Reforma Agraria

Iman Bedegul menegaskan bahwa aksi demonstrasi ini merupakan bentuk konsolidasi dari berbagai elemen buruh dan petani di Jawa Barat untuk memperjuangkan hak atas tanah, perlindungan ruang hidup masyarakat kecil, serta kedaulatan pangan nasional. Dalam pandangannya, isu agraria sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari buruh dan petani.

Menurut Iman, kurangnya akses terhadap tanah telah memperburuk kondisi kesejahteraan masyarakat dan memicu konflik agraria di berbagai wilayah. “Petani dan buruh seharusnya dipandang sebagai subjek dalam pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan. Kami mendesak DPR RI untuk segera mengesahkan RUU Reforma Agraria demi memastikan hak atas tanah, melindungi ruang hidup, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Penolakan Terhadap Kriminalisasi

Sebagai bagian dari tuntutan mereka, massa aksi juga menolak segala bentuk kriminalisasi yang dialami oleh petani dan masyarakat yang memperjuangkan hak tanah mereka. “Kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap petani dan rakyat. Tanah seharusnya dikuasai oleh rakyat, bukan hanya oleh segelintir orang. Reforma agraria harus diwujudkan dengan sungguh-sungguh, bukan hanya sekadar janji politik,” ungkap Iman dengan tegas.

Rencana Aksi di Jakarta

Peserta aksi direncanakan berkumpul di Terminal Pangalengan, Kabupaten Bandung, sebelum berangkat ke Jakarta pada dini hari. Aksi ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Tani Nasional 2026, yang bertepatan dengan 66 tahun berlakunya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960. Ini adalah momen penting yang diharapkan dapat menggugah perhatian pemerintah dan DPR RI untuk segera mempercepat pembahasan dan pengesahan RUU Reforma Agraria.

Mendorong Keadilan Agraria

Dengan momentum aksi ini, para buruh dan petani berharap agar pemerintah dan DPR RI dapat lebih serius dalam mempercepat pembahasan serta pengesahan RUU Reforma Agraria. Mereka menginginkan agar keadilan agraria dapat terwujud, serta perlindungan yang lebih baik bagi petani dan buruh. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional yang selama ini menjadi perhatian utama masyarakat.

  • 5.000 buruh dan petani dari Jawa Barat akan demo di Jakarta.
  • Tuntutan utama adalah pengesahan RUU Reforma Agraria.
  • Penolakan terhadap kriminalisasi petani yang memperjuangkan hak atas tanah.
  • Aksi ini bertepatan dengan 66 tahun UUPA Nomor 5 Tahun 1960.
  • Harapan untuk keadilan agraria dan perlindungan bagi masyarakat.

Aksi ini diharapkan tidak hanya menjadi panggung bagi suara petani dan buruh, tetapi juga sebagai pengingat bagi semua pihak mengenai pentingnya reforma agraria bagi kesejahteraan bangsa. Dengan demikian, harapan untuk mendapatkan keadilan agraria yang sesungguhnya akan semakin dekat terwujud.

➡️ Baca Juga: Microsoft Siapkan Fitur Memory Integrity dalam Pembaruan Mendatang, Apa Manfaatnya?

➡️ Baca Juga: Manajemen Keuangan Seimbang Agar Ekonomi Pribadi Tetap Sehat dan Aman

Related Articles

Back to top button