Two Point Museum: Atraksi dan Koleksi yang Memicu Adrenalin Tinggi

Jakarta – Sejak diluncurkan pada awal tahun 2025, Two Point Museum telah menunjukkan bahwa Two Point Studios mampu menghadirkan inovasi dalam dunia permainan manajemen. Berbeda dari konsep pemulihan pasien di rumah sakit atau pengelolaan kampus, permainan ini mengarahkan fokusnya pada seni kurasi ruang, eksplorasi global, serta pengalaman psikologis yang memuaskan bagi para pengunjung. Namun, ekspansi terbaru yang dirilis pada 8 Oktober 2026, bernama Two Point Museum: Rides & Relics, memperkenalkan konsep yang lebih radikal. DLC ini mengubah paradigma museum tradisional dengan menciptakan apa yang disebut museum-ment—sebuah kombinasi antara pelestarian sejarah dan taman hiburan. Hasilnya adalah sebuah revolusi sistemik yang membuat pemain menghadapi tantangan baru dalam manajemen.
Ekspedisi Gearbox Fairgrounds
Perubahan terbesar dalam Rides & Relics dapat dirasakan melalui pengenalan peta baru, Riquetti Gardens. Setelah menyelesaikan Chapter 1 di Memento Mile, pemain akan mengakses lokasi ini, yang merupakan taman rekreasi luas yang telah terbengkalai selama bertahun-tahun. Kini, area tersebut dipulihkan dari semak belukar dan karat, berkat bantuan insinyur eksentrik, Gretchen Gearbox. Pemain akan menjalani misi bintang lima untuk menghidupkan kembali mimpi kakeknya, yang tidak hanya melibatkan penambahan wahana baru, tetapi juga perlunya memperlakukan wahana mekanik lama sebagai artefak berharga dengan nilai budaya.
Logistik dalam ekspedisi ini juga disesuaikan dengan tema. Pemain akan memulai petualangan dari helipad museum dan menjelajahi Gearbox Fairgrounds, di mana tim ekspedisi bertugas untuk menemukan cetak biru mekanik kuno, komponen roda gigi raksasa, hingga peninggalan sirkus antik yang tersembunyi, untuk direstorasi dan dipamerkan kepada publik.
Coaster Curation
Fitur unggulan dari ekspansi ini adalah Coaster Curation. Two Point Studios tidak mengadopsi pendekatan mudah dengan menghadirkan wahana instan yang kaku. Sebaliknya, mereka menyematkan sistem konstruksi roller coaster modular 3D yang sangat fleksibel dan inovatif untuk ukuran permainan kurasi museum. Pemain memiliki kontrol penuh atas berbagai aspek, mulai dari penempatan tiang pancang, penyesuaian tinggi rel, hingga sudut kemiringan tikungan (camber dan tilt), rantai penarik (chain lifts), serta rel pendorong kecepatan (boosters).
Lintasan roller coaster dapat dibangun di area terbuka, menyusuri lorong bawah tanah, atau bahkan berputar di dalam aula utama museum, tepat di atas kotak kaca yang menampilkan fosil dan artefak berharga lainnya. Ekspansi ini menawarkan lima varian coaster tematik dengan spesifikasi dan karakteristik lintasan yang unik:
- Monobeast Monorail: Wahana monorel santai berkecepatan rendah, ideal untuk pengunjung yang menghindari ketegangan ekstrem.
- Steeple Chase: Kereta luncur cepat yang menggunakan rel pendorong instan, cocok untuk area terbatas.
- Modular Steel Inversion Coaster: Roller coaster berdaya pacu tinggi yang mampu melaksanakan manuver akrobatik ekstrem.
- Historic Wooden Roller: Lintasan kayu klasik yang menonjolkan inersia dan penurunan gravitasi beruntun, memberikan nuansa nostalgia.
- Hybrid Antique Express: Kombinasi lokomotif uap antik dengan sistem rel baja modern yang fleksibel.
Funfair Experts
Kehadiran wahana mekanik besar ini juga memunculkan kebutuhan akan tenaga kerja baru melalui pengenalan Funfair Experts. Staf ini bertugas untuk menghubungkan operasional teknis dengan pengalaman hiburan yang disuguhkan kepada pengunjung. Dalam sektor teknis, mereka bertanggung jawab untuk pemeliharaan berkala jalur rel dan sistem rem darurat. Tanpa staf ini, wahana berisiko mengalami kerusakan dan terbengkalai.
Di sisi operasional, mereka mengatur gerbang keberangkatan agar antrean tetap lancar, membuat makanan manis di stan konsesi, serta mengenakan beragam kostum maskot unik untuk menghibur pengunjung yang sedang menunggu. Selain roller coaster modular, ekspansi ini juga menambahkan lebih dari 17 instalasi pameran karnaval antik dan wahana klasik yang memperkaya pengalaman pengunjung. Di antara atraksi yang bisa dinikmati adalah:
- Komidi putar legendaris (Carousel).
- Instalasi mekanik raksasa Great Gear.
- Atraksi koin Penny Pincher.
- Artefak unik bertema Gingerbread Fossil.
- Beragam koleksi suvenir dan pernak-pernik dekorasi luar ruangan.
Manajemen Tantangan
Walaupun konsep Rides & Relics terdengar menggembirakan, integrasi wahana berkecepatan tinggi dalam museum menghadirkan tantangan logistik yang baru dan kompleks. Salah satu tantangan terbesar berakar dari friksi antara skor kebuasan (Ferocity) dan toleransi perut pengunjung. Roller coaster dengan tikungan tajam dan turunan curam dapat meningkatkan skor keseruan, tetapi bagi pengunjung yang tidak berani, ini dapat menyebabkan tingkat mual (Nausea) yang tinggi.
Apabila pemain tidak menempatkan tempat sampah khusus muntah (Vomit Bins) di dekat pintu keluar wahana, konsekuensinya bisa berbahaya: tumpahan muntah yang terjadi dapat menurunkan skor lingkungan (Environment Rating), merusak pengalaman pengunjung lainnya, dan membuat petugas kebersihan kewalahan.
Tantangan lainnya terletak pada distribusi kerumunan (crowd flow). Wahana besar biasanya menarik banyak pengunjung, membuat area pameran artefak tradisional sepi. Tanpa lalu lintas pejalan kaki yang seimbang, kotak donasi di galeri bersejarah tidak terisi dan pendapatan bulanan dapat merosot. Untuk itu, pemain perlu menerapkan strategi rekayasa tata ruang yang efektif.
Pemanfaatan pagar tanaman labirin (maze hedges) dapat digunakan untuk menciptakan jalur terarah dari loket tiket menuju area wahana. Selain itu, merancang tur berpemandu (Guided Tours) yang berakhir tepat di pintu antrean roller coaster dapat membantu memompa pengunjung yang berstatus Buzz tinggi untuk langsung menuju wahana dan gerai suvenir terdekat.
Two Point Museum: Rides & Relics bukan sekadar ekspansi biasa. Ia membawa bobot dan nilai yang signifikan, tidak hanya memperluas tema kosmetik, tetapi juga menyuntikkan esensi permainan simulator taman hiburan klasik ke dalam kerangka kurasi museum modern. Meskipun sistem pencarian rute pengunjung di area terbuka mungkin memerlukan penyesuaian tata ruang yang cermat, kepuasan melihat roller coaster baja meluncur mulus di antara pameran relik kuno menjadikan ekspansi ini sebuah pencapaian desain yang luar biasa.
➡️ Baca Juga: Indra Kenz Bertemu Paris Pernandes Setelah Menyelesaikan Masa Pidana
➡️ Baca Juga: Final Ulangan Penabur Cirebon dan GPS Bandung: Siapa Yang Menguasai DBL West Java?




