BRI Siapkan Dana Tunai Jumbo Rp25 Triliun Jelang Idulfitri 2026

<div>
Jakarta: <a href=”https://www.medcom.id/tag/3006/bri”>PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk</a> atau BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun guna memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama periode libur Idulfitri 2026.<br/> <br/>
Dana tersebut berasal dari saldo rata-rata (ratas) sebesar Rp19,7 triliun serta tambahan kebutuhan kas selama tujuh hari periode layanan Lebaran sebesar Rp5,3 triliun.<br/> <br/>
Langkah ini dilakukan untuk memastikan aktivitas transaksi masyarakat tetap berjalan lancar selama momen hari raya yang biasanya diiringi peningkatan aktivitas keuangan.
<h2>Transaksi digital semakin dominan</h2>
Direktur Operations BRI Hakim Putratama mengatakan ketersediaan uang tunai pada periode Lebaran tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.<br/><br/>
Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan transaksi digital seperti QRIS dan mobile banking BRImo.<br/> <br/>
“Itu (QRIS dan mobile banking) yang memberikan impact yang luar biasa terhadap penurunan ketersediaan cash,” kata Hakim dilansir Antara, Rabu, 11 Maret 2026.<br/>
<table>
<tbody>
<tr>
<td>Baca juga: <a href=”https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/0KvZ3MoK-bri-cetak-laba-rp57-13-triliun-di-2025-kredit-umkm-jadi-motor-utama”>BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit UMKM Jadi Motor Utama</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br/>
“Kita akan lihat di tahun-tahun berikutnya apakah nanti akan naik atau turun. Tapi sekarang trennya sedang turun karena memang tren belanja dengan QRIS dan penggunaan di BRImo itu lumayan tinggi,” jelasnya.
<h2>Pengguna BRImo dan QRIS BRI terus bertambah</h2>
BRI mencatat penggunaan layanan digitalnya terus mengalami pertumbuhan.<br/> <br/>
Hingga Desember 2025, jumlah pengguna BRImo mencapai 45,9 juta atau tumbuh 18,9 persen secara tahunan (year on year/yoy).<br/> <br/>
Sementara itu, nilai transaksi melalui BRImo tercatat mencapai Rp7.076,9 triliun, meningkat 26,4 persen (yoy).<br/> <br/>
Penggunaan QRIS BRI juga menunjukkan peningkatan signifikan. Volume transaksi tercatat naik 100 persen menjadi Rp85,6 triliun, sementara jumlah transaksi meningkat 127,5 persen menjadi lebih dari 782,8 miliar transaksi.<br/> <br/>
Hakim menjelaskan bahwa perusahaan juga mendorong pengurangan penggunaan uang tunai sebagai bagian dari strategi efisiensi operasional.<br/> <br/>
Pasalnya, semakin besar jumlah uang tunai yang beredar, semakin tinggi pula biaya yang dibutuhkan untuk menjaga keamanan distribusinya.<br/>
<br/> <br/><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di
<a href=”https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMO3SgQswosT9Ag?ceid=ID:id&oc=3&hl=id&gl=ID\”>
<div>
<img src=”https://va.medcom.id/2024//default/images/gnews.svg”/>
</div>
<div>
Google News
</div>
</a></strong> <div>(ANN)</div> </div>
➡️ Baca Juga: Solo Hebat: Joli Jolan Luncurkan Program ‘Berburu Baju Lebaran’ Gratis untuk Masyarakat
➡️ Baca Juga: Resmi Diperkenalkan, Integrasi AN dan TKA dalam Kepmendikdasmen 56 Tahun 2026

