Pertamina Tingkatkan Pasokan Gas Nasional melalui Pengembangan Lapangan Sisi Nubi

Dalam upaya untuk meningkatkan pasokan gas nasional, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) telah meluncurkan pengembangan Lapangan Sisi Nubi di Wilayah Kerja (Blok) Mahakam, Kalimantan Timur. Dengan kapasitas pengaliran gas mencapai sekitar 20 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dari anjungan WPN-7, inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan energi di Indonesia.
Pengembangan Lapangan Sisi Nubi
General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam, Setyo Sapto Edi, mengungkapkan bahwa platform WPN-7 adalah fasilitas ketiga yang berhasil beroperasi dalam rangkaian pengembangan Proyek Sisi Nubi Area of Interest (AOI) 1, 3, dan 5. Dari enam platform yang direncanakan, keberhasilan WPN-7 menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pemanfaatan sumber daya gas di wilayah tersebut.
Dua platform sebelumnya, yaitu WPS4 dan WPS5, telah beroperasi sejak bulan Desember 2025 dan Februari 2026. Hal ini mencerminkan bahwa pengembangan Lapangan Sisi Nubi berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, menciptakan harapan bagi peningkatan pasokan gas nasional yang berkelanjutan.
Proses Produksi Gas
Produksi gas dari anjungan WPN-7 mulai dimulai pada tanggal 23 Maret 2026. Data menunjukkan bahwa pada tanggal 25 Maret, sumur NB-701 mencapai produksi 9,8 MMSCFD, dan pada tanggal 26 Maret, sumur NB-702 menyemburkan gas hingga 12,5 MMSCFD. Proses pemantauan dan stabilisasi masih berlangsung untuk memastikan kedua sumur tersebut dapat mencapai target awal 20 MMSCFD dalam waktu dekat.
Signifikansi Lapangan Sisi Nubi
Lapangan Sisi Nubi memiliki peran yang sangat krusial dalam portofolio produksi gas di Blok Mahakam, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama pasokan gas di Kalimantan Timur. Pengembangan fasilitas baru di area ini dianggap sebagai langkah penting untuk mempertahankan tingkat produksi di blok yang telah beroperasi selama bertahun-tahun.
Dengan tambahan produksi dari sumur NB-701 dan NB-702, PT Pertamina Hulu Mahakam berharap dapat memperkuat pasokan gas nasional. Capaian produksi awal yang mencapai 20 MMSCFD dari kedua sumur ini diharapkan akan memberikan dampak positif dalam menjaga stabilitas pasokan gas.
Proses Persiapan dan Pengujian
Keberhasilan onstream dari WPN-7 merupakan hasil dari serangkaian persiapan teknis yang matang. Proses ini mencakup uji Emergency Shutdown (ESD), serta uji kebocoran menggunakan nitrogen untuk menjamin keamanan operasional. Selain itu, penerapan metode controlled ramp-up juga diterapkan untuk menjaga stabilitas tekanan dan aliran gas yang dihasilkan.
Gas yang dihasilkan dari kedua sumur tersebut akan dialirkan melalui Sand Filter Unit (saringan pasir) untuk memastikan bahwa partikel padat dapat tersaring sebelum masuk ke fasilitas produksi. Langkah ini sangat penting untuk menjaga kualitas gas yang dihasilkan serta menjamin keberlangsungan produksi di masa mendatang.
Keterlibatan dalam Kegiatan Usaha Hulu Migas
Proyek pengembangan Lapangan Sisi Nubi adalah bagian dari kolaborasi antara PT Pertamina Hulu Mahakam dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Kerjasama ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan produksi migas di wilayah kerja Mahakam, yang merupakan salah satu area strategis dalam industri energi nasional.
Melalui langkah-langkah ini, PT Pertamina Hulu Mahakam menunjukkan komitmennya untuk mendukung peningkatan pasokan gas nasional dan memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri. Dengan adanya pengembangan ini, diharapkan dapat tercipta stabilitas dalam penyediaan energi yang berkualitas bagi masyarakat.
Peran Penting dalam Ketahanan Energi Nasional
Pengembangan Lapangan Sisi Nubi tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pasokan gas nasional, tetapi juga menjaga ketahanan energi Indonesia secara keseluruhan. Dengan meningkatnya produksi dari sumber-sumber yang ada, diharapkan Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor energi dan meningkatkan kemandirian energi di masa depan.
- Peningkatan kapasitas produksi gas dari 20 MMSCFD.
- Keberhasilan pengoperasian tiga dari enam platform yang direncanakan.
- Stabilisasi produksi melalui pengujian dan pemantauan berkelanjutan.
- Penyaringan gas untuk menjamin kualitas dan keamanan produksi.
- Kolaborasi dengan SKK Migas untuk keberlanjutan produksi migas.
Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil oleh PT Pertamina Hulu Mahakam dalam mengembangkan Lapangan Sisi Nubi diharapkan dapat menjadi model bagi proyek-proyek pengembangan energi lainnya di Indonesia. Inisiatif ini mencerminkan dedikasi perusahaan untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan dalam menghadapi tantangan kebutuhan energi yang terus meningkat.
➡️ Baca Juga: Pengangkutan Sampah ke TPA Sarimukti di Bandung Kembali Beroperasi Normal
➡️ Baca Juga: Manajemen Keuangan Efektif bagi Pemilik Startup untuk Maksimalkan Arus Kas




