Putri Kusuma Wardani, unggulan pertama di Swiss Open 2026, berhasil melaju ke babak kedua dengan mudah setelah mengalahkan perwakilan India, Tanvi Sharma. Dalam pertandingan yang berlangsung di Basel, ia mampu menguasai pertandingan dan memenangkan dua game secara beruntun dengan skor 21-11 dan 21-10. Putri merasa senang dan puas dengan performanya, meskipun sempat merasa tegang karena Tanvi dikenal sebagai pemain yang mampu memberikan kejutan.
Kemenangan Putri Kusuma Wardani
Putri Kusuma Wardani, yang menjadi unggulan utama dalam turnamen ini, berhasil memenangkan dua game beruntun dengan skor 21-11 dan 21-10. “Saya merasa sangat senang hari ini karena bisa bermain dengan baik dan menikmati permainan,” kata Putri. “Meski dia (Tanvi Sharma) bermain dengan gigih, saya berhasil mengendalikan permainan dan pada akhirnya dia banyak melakukan kesalahan sendiri,” lanjutnya.
Menyikapi Tantangan dari Tanvi Sharma
Sebelum pertandingan, Putri sempat merasa cemas karena Tanvi Sharma dikenal sebagai pemain yang mampu memberikan kejutan. “Saya sempat merasa sedikit tegang karena Tanvi Sharma baru-baru ini menjadi perhatian karena dia pernah mengalahkan Okuhara dan bermain rubber melawan Wang Zhi Yi,” jelas Putri.
Adaptasi dan Persaingan di Swiss Open 2026
Putri mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam beradaptasi dengan lapangan. “Untuk persaingan, saya rasa semua yang bermain di sini cukup baik, jadi saya tidak boleh lengah dalam setiap pertandingan,” tutup Putri. Dengan kemenangan ini, Putri berhasil melaju ke babak kedua Swiss Open 2026 tanpa hambatan.
- Putri Kusuma Wardani adalah unggulan pertama di Swiss Open 2026
- Ia berhasil mengalahkan Tanvi Sharma dari India dengan skor 21-11 dan 21-10
- Putri merasa senang dan puas dengan performanya
- Meski sempat merasa cemas, Putri berhasil mengendalikan permainan
- Dengan kemenangan ini, Putri berhasil melaju ke babak kedua Swiss Open 2026
➡️ Baca Juga: Rilis Resmi Jadwal UTBK-SNBT 2026: Ketahui Persyaratan dan Ketentuan Lengkapnya untuk Sukses!
➡️ Baca Juga: Penurunan Indeks Keyakinan Konsumen Februari Alarm untuk Pengendalian Inflasi
