slot depo 10k
Rona

Pengawasan Ketat Avtur dan BBM Selama Arus Mudik untuk Mencegah Kekurangan Energi

Dalam menghadapi momen arus mudik yang padat, pengawasan terhadap distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan avtur menjadi sangat krusial untuk mencegah terjadinya kekurangan energi yang dapat mengganggu mobilitas masyarakat. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan pemantauan secara langsung di berbagai titik utama distribusi, mulai dari Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda di Surabaya hingga Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan bahan bakar selama periode mudik, yang sering kali diwarnai dengan lonjakan konsumsi.

Monitoring Distribusi BBM dan Avtur

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan bahwa pengawasan tidak hanya terfokus pada terminal avtur, tetapi juga mencakup Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar di sepanjang jalan tol dan jalan non-tol, khususnya di wilayah Pasuruan, Jember, dan Situbondo. Selain itu, Integrated Terminal Tanjung Wangi di Banyuwangi juga menjadi salah satu lokasi pengawasan untuk memastikan kelancaran distribusi BBM.

Ketersediaan Stok Avtur

Dari hasil pemantauan yang dilakukan, stok avtur dinyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan penerbangan selama arus mudik. BPH Migas juga telah mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi avtur yang mungkin terjadi selama periode tersebut.

“Kami melakukan monitoring persiapan arus mudik Lebaran 1447 H, dimulai dari AFT Juanda. BPH Migas telah memastikan bahwa stok avtur di AFT Juanda dapat bertahan hingga 24 hari ke depan, sehingga kami merasa aman dan yakin bahwa distribusi akan berjalan lancar. Kami juga sudah memprediksi adanya lonjakan konsumsi avtur sekitar 2-4 persen yang akan disiapkan oleh Pertamina Group,” tambah Wahyudi.

Peningkatan Konsumsi BBM Menjelang Lebaran

Pemantauan distribusi dilanjutkan ke salah satu SPBU yang terletak di rest area ruas Tol Pasuruan. Di lokasi tersebut, terdapat peningkatan signifikan dalam konsumsi Biosolar menjelang pembatasan operasional kendaraan angkutan barang non-sembako yang akan berlaku menjelang Lebaran.

Statistik Peningkatan Konsumsi

Wahyudi mencatat bahwa konsumsi Biosolar mengalami peningkatan sekitar 20 persen, dikarenakan mulai H-7, kendaraan angkutan barang non-sembako tidak diizinkan untuk beroperasi di jalan tol maupun jalur utama kota dan kabupaten. Sementara untuk Pertalite, peningkatan konsumsi tidak menunjukkan angka yang signifikan.

Regulasi dan Rekomendasi Penggunaan BBM

BPH Migas juga aktif menyelenggarakan bimbingan teknis untuk penerbitan Surat Rekomendasi (Surkom) bagi pembelian Jenis BBM Tertentu (JBT) Biosolar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite. Langkah ini bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat terhadap bahan bakar yang dibutuhkan.

Wahyudi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jember yang telah menjalankan regulasi dalam penerbitan Surat Rekomendasi untuk konsumen dari berbagai sektor, mulai dari usaha mikro, perikanan, pertanian, hingga transportasi dan pelayanan umum.

Inspeksi Mendadak dan Penegakan Hukum

Di Jember, BPH Migas melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu SPBU yang berada di jalur alternatif. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya potensi penyalahgunaan BBM subsidi, sehingga SPBU tersebut terpaksa disegel. Proses penyelidikan lebih lanjut kini sedang dilakukan oleh aparat penegak hukum terkait.

Jaminan Pasokan BBM

Wahyudi menjamin bahwa pasokan BBM di wilayah sekitar tetap terjaga, dengan alokasi pasokan dari SPBU yang disegel akan dialihkan ke SPBU terdekat. Ini dilakukan agar masyarakat tetap dapat memperoleh BBM tanpa hambatan.

  • Alokasi pasokan BBM yang disegel dialihkan ke SPBU terdekat
  • Pemantauan ketat terhadap distribusi BBM di sepanjang jalur mudik
  • Pengawasan terhadap penggunaan BBM subsidi
  • Kerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menindak penyalahgunaan
  • Stok BBM yang memadai untuk mendukung arus mudik

Pengawasan di Terminal dan Jalur Distribusi

Pada hari Minggu, Wahyudi meninjau Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi. Dari hasil pemantauan, stok BBM di terminal tersebut berada dalam kisaran lebih dari 30 hari. Distribusi BBM dioptimalkan melalui mobil tangki yang akan menjangkau berbagai wilayah untuk menjamin ketersediaan bahan bakar.

Persiapan untuk Jalur Pantura

Pertamina Patra Niaga wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) juga telah menyiapkan 17 mobil kantong yang siap digunakan. Khusus untuk jalur Pantura, telah disediakan lima titik mobil kantong yang tersebar dari Banyuwangi hingga Surabaya untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Pemenuhan Kebutuhan BBM untuk Transportasi Laut

Mengenai pasokan dan distribusi BBM untuk transportasi laut, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus telah memprioritaskan stok BBM untuk pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP). Persiapan mobil tangki yang dikhususkan juga sudah dilakukan untuk menambah stok yang diperlukan.

Penguatan Stok Selama Ramadan

Satuan Tugas (Satgas) Ramadan Idul Fitri PT Pertamina (Persero) yang telah beroperasi sejak 9 Maret hingga 1 April 2026, dinilai telah melakukan penguatan terhadap stok, penyiapan jalur distribusi, serta sarana dan prasarana untuk mendukung masyarakat selama periode ini. Pengawasan ketat terhadap avtur dan BBM selama arus mudik menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan kelancaran transportasi dan mobilitas masyarakat.

➡️ Baca Juga: Perkembangan Rupiah Menguat, Tekanan Dolar AS Mulai Memburuk di Pasar Valas

➡️ Baca Juga: Trump Beri Peringatan Keras ke Iran: Ancaman Serangan 20 Kali Lebih Besar Jika Selat Hormuz Terblokade

Related Articles

Back to top button