Pembakaran lahan menjadi isu krusial yang terus mendapat sorotan di Indonesia, terutama mengingat dampaknya yang signifikan terhadap lingkungan. Dalam konteks ini, pemerintah diharapkan untuk mengambil langkah tegas dalam menanggulangi pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla). Penegakan hukum tidak hanya harus berfokus pada individu yang terlibat secara langsung, tetapi juga pada pihak-pihak yang berada di balik layar dan mendapatkan keuntungan dari pengelolaan lahan terbakar. Langkah ini sangat diperlukan untuk melindungi lingkungan serta mencegah terulangnya bencana yang merugikan.
Pentingnya Penegakan Hukum yang Komprehensif
Andi Sungkowo, seorang anggota Ikatan Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (IALHI), mengemukakan perlunya penyelidikan yang menyeluruh mengenai rantai pengambilan keputusan di balik terjadinya kebakaran. Penegakan hukum yang efektif harus mencakup pemeriksaan terhadap berbagai aspek, mulai dari anggaran untuk pencegahan kebakaran, kesiapan sarana pemadaman, hingga jumlah petugas yang tersedia di setiap wilayah yang mengalami kebakaran. Dengan melakukan pemeriksaan ini, kita dapat menentukan apakah kebakaran terjadi akibat kelalaian atau memang disebabkan oleh faktor lain yang dibiarkan oleh pihak tertentu.
“Kebakaran lahan tidak seharusnya hanya dianggap sebagai kesalahan individu yang memegang korek api. Kita perlu menyelidiki siapa yang membiarkan kondisi berisiko terjadi, siapa yang gagal dalam upaya pencegahan, dan siapa yang memperoleh manfaat dari situasi ini,” tegas Andi pada Senin (7/9). Hal ini menunjukkan bahwa tanggung jawab dalam kasus karhutla harus meluas, mencakup semua pihak yang terlibat, tidak hanya pekerja di lapangan.
Tanggung Jawab Korporasi dalam Pembakaran Lahan
Pertanggungjawaban korporasi tidak seharusnya menunggu hingga ditemukan bukti tertulis yang menunjukkan perintah untuk membakar lahan. Kelalaian dalam menyediakan sistem pencegahan serta kegagalan dalam pengendalian api di area yang dikelola harus menjadi fokus dalam proses hukum. Dengan demikian, penegakan hukum tidak lagi berhenti pada individu di lapisan bawah, tetapi juga menyasar pihak-pihak yang memiliki kekuasaan dan pengaruh.
Langkah Preventif Pemerintah
Dalam upaya menanggulangi masalah ini, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengumumkan bahwa pemerintah akan menghentikan praktik pembakaran lahan berbasis kearifan lokal selama periode kemarau panjang dan fenomena El Nino. Kebijakan ini diambil sebagai langkah proaktif untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.
Sigit menjelaskan bahwa meskipun dalam kondisi normal, praktik pembukaan lahan dengan kearifan lokal harus memenuhi sejumlah syarat. Salah satu syarat tersebut adalah melaporkan kegiatan kepada kepala desa dan menyediakan sekat bakar untuk mencegah api meluas. Dengan demikian, ada pengawasan yang ketat terhadap aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.
Peran Korporasi dalam Penanganan Karhutla
Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo menegaskan bahwa presiden telah meminta agar korporasi juga diusut dan dimintai pertanggungjawaban atas kebakaran hutan dan lahan. Data terbaru menunjukkan bahwa hingga 6 September 2026, total tersangka karhutla yang telah ditetapkan oleh Polri mencapai 138 orang. Namun, mayoritas tersangka tersebut adalah individu, sehingga dukungan untuk mengusut perusahaan yang terlibat sangat penting.
Akibat Kebakaran Lahan Terhadap Kualitas Udara
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) telah memperingatkan bahwa peningkatan polusi akibat kebakaran hutan dan gelombang panas dapat menghambat upaya global dalam memperbaiki kualitas udara dan melindungi kesehatan manusia serta ekosistem. Hal ini menunjukkan bahwa dampak dari pembakaran lahan tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga memiliki implikasi yang lebih luas bagi kesehatan global.
Dalam laporan tahunan mengenai kualitas udara dan iklim, WMO menyoroti hubungan erat antara perubahan iklim dan polusi udara. Organisasi ini menyerukan perlunya kebijakan terpadu untuk menangani kedua isu tersebut secara bersamaan. Kebakaran hutan yang semakin sering terjadi berkontribusi terhadap polusi udara yang membahayakan kesehatan masyarakat.
Tren Kebakaran dan Dampak Kesehatan
Menurut laporan WMO, kejadian ekstrem seperti asap kebakaran telah meningkat tiga kali lipat secara global sejak tahun 1990-an. Studi yang dikutip oleh WMO juga memperkirakan bahwa asap kebakaran berkontribusi terhadap hampir 100.000 kematian tambahan setiap tahun antara 2010 hingga 2018. Angka ini mencerminkan dampak serius dari kebakaran lahan terhadap kesehatan masyarakat.
Lebih lanjut, badan tersebut memperingatkan bahwa model risiko konvensional yang selama ini digunakan dalam penilaian dampak kebakaran hutan dapat meremehkan angka kematian akibat kebakaran hingga 93 persen. Hal ini terjadi karena model tersebut belum sepenuhnya mempertimbangkan tingkat toksisitas partikel halus PM2.5 yang dihasilkan dari kebakaran.
Strategi untuk Mengatasi Masalah Pembakaran Lahan
Untuk mengatasi masalah pembakaran lahan secara efektif, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif. Beberapa strategi yang dapat diimplementasikan antara lain:
- Peningkatan Kesadaran Masyarakat: Edukasi masyarakat tentang bahaya pembakaran lahan dan dampaknya terhadap kesehatan serta lingkungan.
- Penguatan Penegakan Hukum: Memastikan bahwa hukum ditegakkan secara konsisten dan tidak ada pihak yang kebal terhadap sanksi.
- Pengembangan Teknologi Pemantauan: Menggunakan teknologi satelit untuk memantau dan mendeteksi kebakaran secara real-time.
- Kerjasama Antar Instansi: Mendorong kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam pencegahan kebakaran.
- Penerapan Praktik Pertanian Berkelanjutan: Mendorong penggunaan teknik pertanian yang tidak mengandalkan pembakaran lahan.
Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan kita dapat mengurangi kejadian pembakaran lahan yang merugikan dan melindungi lingkungan serta kesehatan masyarakat. Tindakan tegas dari pemerintah dan kesadaran kolektif dari masyarakat akan menjadi kunci dalam mengatasi masalah ini secara efektif.
➡️ Baca Juga: Kondisi Jalan Rusak Parah di Desa Gamel yang Perlu Segera Diperbaiki
➡️ Baca Juga: KFC Tiongkok Rilis Burger Ayam Oreo Edisi Terbatas yang Wajib Dicoba
