— Paragraf 1 —
JABAR EKSPRES – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti kawasan Jalan Lodaya, Kota Bandung, saat ribuan jemaah Muhammadiyah melaksanakan Salat Idulfitri. Sejak pagi, kawasan tersebut telah dipadati jemaah yang datang dari berbagai penjuru, menciptakan “lautan manusia” yang meluber hingga ke ruas jalan.
— Paragraf 2 —
Diperkirakan sebanyak 4.000 hingga 5.000 jemaah turut ambil bagian dalam pelaksanaan salat yang berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan tersebut.
— Paragraf 3 —
Tak sekadar menjadi perayaan hari kemenangan, Idulfitri kali ini juga membawa pesan kuat tentang perubahan diri dan tanggung jawab sosial. Imam shalat Idul Fitri, Uci Tarmana, menegaskan bahwa nilai-nilai Ramadan harus terus hidup dalam keseharian.
— Paragraf 4 —
“Keimanan harus bermuara pada kehidupan nyata. Salah satunya melalui kedisiplinan, karena negara maju itu rata-rata dibangun oleh masyarakat yang disiplin,” ujarnya, Jumat (20/3)
— Paragraf 5 —
Ia juga mengingatkan pentingnya kejujuran sebagai fondasi utama membangun bangsa.
— Paragraf 6 —
“Selain disiplin, kejujuran juga menjadi kunci. Negara yang tertinggal umumnya lemah dalam dua hal ini: disiplin dan kejujuran,” katanya.
— Paragraf 7 —
Dalam khutbah yang disampaikan, semangat Islam berkemajuan ala Muhammadiyah turut ditekankan sebagai jalan dakwah yang relevan dengan tantangan zaman.
— Paragraf 8 —
“Spirit Muhammadiyah berkemajuan yang disampaikan adalah bahwa Islam harus menjadi gerakan dakwah dan benar-benar menjadi rahmatan lil ‘alamin,” jelasnya.
— Paragraf 9 —
Lebih dari sekadar ritual tahunan, Idulfitri diharapkan menjadi titik balik pembentukan karakter umat yang lebih baik.
— Paragraf 10 —
“Mudah-mudahan Ramadan tidak hanya menjadi ritual tahunan menahan lapar dan dahaga, tetapi benar-benar melahirkan pribadi yang berakhlakul karimah,” ucap Uci.
— Paragraf 11 —
Ia menekankan bahwa kesalehan tidak boleh berhenti pada ranah pribadi, melainkan harus memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitar.
— Paragraf 12 —
“Kesalehan individual harus bermuara pada kesalehan sosial, karena kita hidup di tengah masyarakat,” tambahnya.
— Paragraf 13 —
Menurutnya, ada tiga nilai utama yang perlu dijaga setelah Ramadan, yakni penguatan akidah, konsistensi dalam ibadah, serta pembentukan akhlak dan adab.
— Paragraf 14 —
“Pertama, tarbiyatul akidah, yaitu penguatan keyakinan yang harus terus terjaga di luar Ramadan. Kedua, tarbiyatul ibadah, semoga ibadah yang dilakukan selama Ramadan bisa istiqamah setelahnya. Ketiga, tarbiyatul akhlak dan adab, termasuk kebiasaan berbagi dan berfilantropi agar menjadi budaya di luar Ramadan,” paparnya.
➡️ Baca Juga: Real Madrid Siapkan Rp1,9 Triliun untuk Transfer Sandro Tonali: Langkah Strategis atau Rekor Baru?
➡️ Baca Juga: AS Nyatakan Kemampuan Membuka Selat Hormuz Tanpa Dukungan Negara Lain
