Kemarau Mengancam 8.845 Hektare Lahan Pertanian di Nganjuk, KemenPU Siapkan Bendungan Semantok

Musim kemarau yang melanda Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, telah menimbulkan ancaman serius terhadap lahan pertanian di daerah tersebut. Dengan lebih dari 8.845 hektare lahan yang terancam gagal panen, respons cepat dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sangat diperlukan. Dalam upaya menjaga ketersediaan air untuk pertanian, Kementerian PU mengambil langkah strategis dengan mengoptimalkan fungsi Bendungan Semantok sebagai sumber suplai air utama.
Langkah Proaktif Kementerian Pekerjaan Umum
Kementerian Pekerjaan Umum, melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, telah meningkatkan debit air yang disalurkan ke Daerah Irigasi (D.I.) Waduk Bening sebanyak 1,5 m³ per detik. Tambahan pasokan air ini menjadi sangat penting untuk mempertahankan 8.845 hektare lahan pertanian, terutama di Kecamatan Rejoso dan sekitarnya yang kini mulai merasakan dampak dari penurunan debit air yang signifikan.
Pernyataan Menteri PU
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pengoptimalan bendungan adalah langkah yang krusial agar infrastruktur yang ada dapat memberikan manfaat maksimal, terutama di tengah tantangan iklim yang semakin tak menentu. “Air adalah fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, penanganan terhadap masalah kekeringan harus dilakukan dengan cepat, terukur, dan terintegrasi,” ujarnya pada Selasa (6/10).
Strategi Suplesi Air yang Efektif
Strategi suplesi yang diterapkan melibatkan pengalihan pasokan dari sumber air yang masih tersedia ke dalam sistem irigasi yang mengalami defisit. Dalam hal ini, Bendungan Semantok, yang memiliki kapasitas tampungan mencapai 32 juta m³ dan luas genangan 365 hektare, menjadi andalan utama. Bendungan ini sebelumnya telah berhasil mengairi 1.906 hektare lahan pertanian, mendukung ketahanan pangan di kawasan tersebut.
Jaringan Irigasi Terintegrasi
Bendungan Semantok didukung oleh jaringan irigasi yang luas, mencakup saluran primer sepanjang 25,92 km dan saluran sekunder sepanjang 78,20 km. Jaringan ini terintegrasi dengan sistem irigasi di D.I. Bening, D.I. Ngomben, dan Rejoso, memastikan distribusi air yang efisien untuk semua lahan pertanian yang bergantung padanya.
Manfaat Multifungsi Bendungan Semantok
Tidak hanya berfungsi untuk pertanian, Bendungan Semantok juga memiliki beragam manfaat lainnya. Infrastruktur ini dirancang untuk menyediakan air baku sebanyak 312 liter per detik bagi penduduk Kecamatan Rejoso, Lengkong, dan Gondang. Selain itu, bendungan ini mampu mereduksi debit banjir hingga 137 m³ per detik di hilir Sungai Semantok, memberikan perlindungan tambahan bagi masyarakat sekitar.
Peran Strategis dalam Ketahanan Pangan
Langkah-langkah yang diambil menunjukkan bahwa pembangunan bendungan tidak hanya ditujukan untuk situasi normal, tetapi juga berfungsi sebagai alat vital dalam mempertahankan ketahanan pangan saat menghadapi musim kemarau yang ekstrem. Kementerian PU berkomitmen untuk mengelola sumber daya air secara adaptif dan terintegrasi agar pasokan air tetap tersedia bagi lahan pertanian.
- Optimalisasi Bendungan Semantok sebagai sumber air utama.
- Peningkatan debit air ke D.I. Waduk Bening sebanyak 1,5 m³ per detik.
- Jaringan irigasi yang mendukung distribusi air ke 8.845 hektare lahan pertanian.
- Multifungsi bendungan dalam menyediakan air baku dan mengurangi banjir.
- Komitmen Kementerian PU untuk menjaga ketahanan pangan di Nganjuk.
Kesimpulan dan Harapan untuk Masa Depan
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh Kementerian Pekerjaan Umum, diharapkan lahan pertanian di Nganjuk dapat terjaga dari ancaman kekeringan yang berpotensi merugikan petani dan masyarakat secara keseluruhan. Keberadaan Bendungan Semantok bukan hanya sebagai penyedia air, namun juga sebagai simbol komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di tengah perubahan iklim yang semakin tak terduga.
➡️ Baca Juga: Stephanie Poetri Tegaskan Musisi Muda untuk Tidak Bergantung pada AI dalam Berkarya
➡️ Baca Juga: Persebaya Surabaya Siap Menghadapi Tantangan Baru di Musim yang Akan Datang




