Keberadaan seorang Kapolda baru di Lampung menjadi sorotan penting di tengah dinamika pembangunan dan pelayanan publik yang terus berkembang. Dalam konteks ini, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengungkapkan harapannya agar Brigjen Pol. Yustan Alpiani dapat memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga keamanan serta mendukung berbagai program pembangunan yang menjadi prioritas.
Peran Strategis Kapolda Baru dalam Pembangunan Daerah
Kapolda baru diharapkan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mengawal program-program prioritas pembangunan. Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menekankan bahwa stabilitas keamanan adalah landasan yang krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Lampung.
Acara pisah sambut antara Irjen Pol. Helfi Assegaf dan Brigjen Pol. Yustan Alpiani berlangsung di Mahan Agung, Bandar Lampung pada Jumat, 16 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menegaskan pentingnya rasa aman sebagai syarat mutlak bagi kelancaran pembangunan. Ia menyatakan, “Pembangunan tidak dapat berjalan tanpa adanya rasa aman. Rasa aman akan lebih berarti bila disertai dengan kesejahteraan.”
Empat Pilar Utama dalam Kepemimpinan Kapolda
Gubernur Mirza mencatat ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh Kapolda baru dalam menjalankan tugasnya. Empat pilar utama yang disebutkan antara lain:
- Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)
- Mengawal program-program prioritas yang telah ditetapkan daerah
- Mendukung inisiatif pemerintah pusat
- Memperkuat pelayanan publik yang cepat dan akuntabel
Kolaborasi antara Pemprov Lampung, kepolisian, TNI, dan seluruh unsur Forkopimda sangat diperlukan untuk memastikan agenda pembangunan berjalan berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan dapat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan infrastruktur hingga penguatan sektor pangan dan peningkatan nilai tambah komoditas lokal.
Lampung dan Ketahanan Pangan Nasional
Dalam konteks ketahanan pangan, Lampung memiliki posisi yang sangat strategis. Dengan populasi sekitar 9,5 juta jiwa dan terdiri dari 15 kabupaten/kota, provinsi ini memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Gubernur Mirza menekankan pentingnya optimasi potensi ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Salah satu contoh keberhasilan di bidang pertanian adalah peningkatan luas lahan jagung yang terjadi selama kepemimpinan Irjen Pol. Helfi Assegaf. Melalui keterlibatan kepolisian dalam mendorong penanaman dan pembinaan petani, luas lahan jagung meningkat hampir 70.000 hektare. Ini membawa Lampung dari posisi kelima menjadi peringkat ketiga sebagai produsen jagung nasional.
Tantangan Infrastruktur di Lampung
Sementara itu, Gubernur Mirza juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam sektor infrastruktur. Ia menyebutkan bahwa jaringan jalan provinsi yang mencapai 1.700 kilometer memiliki peranan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, dan konektivitas antar daerah. Hal ini mengindikasikan perlunya koordinasi lintas pemerintahan untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan lancar.
Mirza memberikan apresiasi atas kinerja Helfi Assegaf selama kurang lebih satu tahun terakhir. Ia menilai bahwa upaya membangun koordinasi dan keamanan yang kondusif serta penanganan persoalan hukum yang kompleks telah dilakukan dengan baik. Selain itu, Gubernur juga menyinggung tentang penanganan konflik lahan dan pertambangan emas yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi kepolisian.
Perhatian Terhadap Masalah Pertanahan
Dalam hal pertanahan, terdapat 48 perkara yang menjadi perhatian utama kepolisian, termasuk kasus-kasus lama yang memerlukan penanganan serius. Kasus-kasus tersebut berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat, sehingga kehadiran Kapolda baru sangat diharapkan untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan cepat dan efektif.
Gubernur Lampung juga memberikan apresiasi atas penghargaan Nugra Sakanti yang diterima Polda Lampung dari Presiden, serta penghargaan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) terkait pelayanan publik. Apresiasi ini menunjukkan bahwa kinerja kepolisian di Lampung telah diakui dan diharapkan dapat terus ditingkatkan.
Harapan untuk Kepemimpinan yang Baru
Dengan dilantiknya Brigjen Pol. Yustan Alpiani sebagai Kapolda baru, Gubernur Mirza berharap bahwa capaian dan inovasi yang telah dibangun selama ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Pergantian kepemimpinan di Polda Lampung diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan serta mempercepat pembangunan daerah.
Harapan ini mencerminkan keinginan untuk melihat Lampung terus berkembang dengan stabilitas keamanan yang terjaga. Kapolda baru diharapkan dapat menjadi teladan dalam menjalankan tugasnya, serta menjadi mitra yang baik bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan cita-cita pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat Lampung.
Dengan adanya kepemimpinan baru di Polda Lampung, masyarakat berharap akan tercipta lingkungan yang aman dan kondusif. Hal ini tidak hanya berkontribusi pada keamanan, tetapi juga menciptakan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Melihat berbagai tantangan dan peluang yang ada, sinergi antara semua pihak, termasuk kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, akan menjadi kunci untuk mencapai tujuan bersama. Dengan demikian, Lampung dapat menjadi daerah yang lebih maju, aman, dan sejahtera di masa yang akan datang.
➡️ Baca Juga: 3.000 Alumni Rayakan HUT ke-65 SMPN 30 Jakarta dengan Meriah dan Penuh Kenangan
➡️ Baca Juga: Manchester United Kalah 0-2 dari Atletico Madrid, Kartu Merah Ubah Jalannya Pertandingan
