Halo Pengunjung

Stop Bullying Me! Wahyudi Adalah Yahudi

  • 0 Jawaban
  • 36 Dilihat
*

Administrator

  • *****
  • 191
  • +0/-0
    • Lihat Profil
Stop Bullying Me! Wahyudi Adalah Yahudi
« pada: Juni 13, 2018, 08:47:59 PM »
Agak kaget juga membaca caption dari saudara RNW seorang penulis. Anak muda ini saya pernah kenal sebelumnya karena pernah bersua beberapa kesempatan di beberapa acara. Yang mengagetkan adalah menganalogikan Wahyudi sebagai Yahudi.

Perlu waktu lama di sela-sela kesibukannya mengurus usaha laundry untuk mengatakan sikap dari tindakan tidak menyenangkan yang ditulis pada linimasa Facebook dari RNW ini. Setelah berhasil menerbitkan dua artikel tentang review dari dunia otomotif dan lulus plagiarism unique 100 persen. Ibaratnya, mencontek dikasih nilai 100. Haha.. Mungkin nanti akan saya share caranya kalau ada waktu.

Kembali pada pokok bahasan semula, RNW membagikan sebuah halaman yang di kelola yang bernama U**k (katanya sih maknanya sebuah obor yang menerangi dan berasal dari bahasa Jawa, tapi di daerah kelahiran saya tidak mengenal istilah itu, yang ada adalah kata “senthir”)

RNW: Wahyudi adalah Yahudi

Status langsung saya buatkan screenshot dan foto karena ini adalah pencemaran nama baik yang melibatkan saya pengguna nama. Walau di semua  media sosial yang saya pergunakan selama ini menggunakan nama yang bukan sebenarnya. Tapi dengan melihat status yang memplesetkan kata Wahyudi sebagai kata lain yang bukan pada tempatnya dan mengandung konotasi negatif patut disayangkan.

Tindakan perundungan (bullying) ini sebenarnya pernah saya alami di masa sekolah sewaktu pelajaran sejarah, tapi waktu itu tidak bisa apa-apa dan hanya mengharap tidak akan terjadi lagi, pencantuman nama “Wahyudi” dengan konotasi “Yahudi” tidak sesuai dengan semangat juang saya yang membela Palestina karena saya pun ikut menyuarakan kemerdekaan Negara tersebut. Apalagi saya pun cukup intens menulis suara Islam di dunia internasional melalui blog yang saya kelola.

Ada pula nama yang serupa dengan padanan Wahyudi karena memang nama ini agak pasaran di Indonesia. Bagaimana dengan mereka dikonotasikan negatif dan pasti akan terluka hatinya.

Saya akan menjabarkan makna dari balik status linimasa pada Facebook RNW ini. Berikut kutipannya: ” Yang jelas logo "mata" Dagadu ngga ada hubungannya dengan konspirasi Remason,Wahyudi, atau Mamarika”. Apa yang dimasud Anda dengan Remason, Wahyudi dan Mamarika ini?

Remason pasti Anda memplesetkan dari kata Freemason, bisa dilihat dari keterangan ini http://blogjak.com/idwiki/Freemasonry yang menyebutkan bahwa ini adalah sebuah organisasi yang terkenal dengan logonya bermata satu. Mungkin kata ini ada kaitannya dengan blog yang dia kelola dan baru saja diterbitkan yang ditulis oleh Muhammad Wildan dengan judul “Sekelumit kisah Dagadu, Kaos Paling Hits Di Jogja” dan disunting oleh Restia Ningrum.

Pas ditelusuri di blog tersebut, memang betul tidak ada istilah Wahyudi, Remason maupun Mamarika ataupun kata yang menganut dengan padanan aslinya yakni Yahudi, Freemasonry dan Amerika. Tapi dari kutipan dari paragraf blog ini:

“Kalau kita perhatikan, logo Dagadu adalah mata. Mengapa logo mata yang dipilih? Menurut salah satu pendirinya, mata merupakan simbol dari kreativitas. Maka dari itu, lambang mata diharapkan menjadi inspirasi bagi individu atau kelompok yang sungguh-sungguh dalam berkreasi.”

Dan saya menemukan memang logo bermata satu.  Oleh karena itu RNW menggunakan istilah Wahyudi, Remason dan Mamarika untuk memplesetkan kata yang sebenarnya dan dalam hal ini mengganggu ketenangan saya dan berpotensi bertentangan dengan undang-undang informasi dan teknologi (UU IT) soal ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang berakibat melawan hukum.

“Misalnya, seseorang yang terbukti dengan sengaja menyebarluaskan informasi elektronik yang bermuatan pencemaran nama baik seperti yang dimaksudkan dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE akan dijerat dengan Pasal 45 Ayat (1) UU ITE, sanksi pidana penjara maksimum 6 tahun dan/atau denda maksimum 1 milyar rupiah.” (Sumber: kotaku.pu.go.id/pengaduandetil.asp?mid=740&catid=6&)

Oleh karena itu, dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya minta RNW untuk menghapus postingan tersebut dan menuliskan permintaan maaf di media sosial Facebook , menuliskannya di blog serta tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Domain forsale www.indolaundry.com | www.cucikilo.com