Era Baru Wisata Digital: BI Perkenalkan Akses QR Code untuk Wisatawan Jepang

Jakarta – Inovasi dalam dunia wisata digital semakin berkembang, terutama dengan diperkenalkannya sistem pembayaran berbasis kode QR bagi wisatawan asal Jepang yang berkunjung ke Indonesia. Langkah ini menjadi simbol penting dalam upaya integrasi sistem pembayaran antarnegara, memudahkan transaksi bagi para turis tanpa harus repot menukar uang tunai atau menggunakan kartu kredit.
Mendorong Perputaran Ekonomi Melalui Wisata Digital
Integrasi sistem pembayaran menggunakan QR code tidak hanya menguntungkan bagi wisatawan, tetapi juga mempercepat perputaran ekonomi di sektor pariwisata dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung destinasi wisata. Dengan adanya sistem ini, transaksi menjadi lebih efisien, dan pelaku usaha lokal bisa lebih cepat mendapatkan imbal hasil dari layanan yang mereka tawarkan kepada pengunjung.
Dari perspektif makro, inisiatif ini berkontribusi pada penguatan ekosistem pembayaran digital di tingkat regional. Dengan menekan biaya transaksi dan meningkatkan efisiensi sistem keuangan, negara-negara yang terlibat dapat melihat peningkatan dalam volume transaksi yang menggunakan mata uang lokal. Hal ini menciptakan peluang baru untuk kolaborasi di antara negara-negara lain yang ingin mengadopsi sistem yang sama.
Standardisasi QR Code di Tingkat Internasional
Adopsi kode QR sebagai metode pembayaran antarnegara membuka jalan bagi perluasan kerja sama serupa dengan negara lainnya. Standardisasi ini memungkinkan pertukaran transaksi internasional yang lebih luas, sekaligus meningkatkan basis pengguna yang dapat bertransaksi menggunakan mata uang lokal. Namun, kesuksesan dari sistem ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur di masing-masing negara, interoperabilitas sistem, serta tingkat literasi teknologi di kalangan pelaku usaha.
- Kesiapan infrastruktur yang memadai
- Interoperabilitas antar sistem pembayaran
- Tingkat literasi teknologi di kalangan pelaku usaha
- Regulasi yang mendukung implementasi
- Kolaborasi lintas negara yang solid
Ketika dikelola dengan baik, sistem pembayaran QR lintas negara ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan asal Jepang, tetapi juga berfungsi sebagai katalis untuk pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Implementasi QR Code untuk Wisatawan Jepang
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Filianingsih Hendarta, mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, wisatawan Jepang akan dapat melakukan transaksi di Indonesia menggunakan kode QR sebagai bagian dari kerja sama QRIS antara kedua negara. Ia menjelaskan bahwa izin untuk melaksanakan sistem ini sudah diperoleh dari otoritas keuangan Jepang, Financial Services Agency (FSA) of Japan.
“Sebentar lagi akan ada Indonesia inbound di mana izinnya sudah diberikan oleh FSA dari Jepang,” jelas Filianingsih Hendarta saat memberikan sambutan secara daring dalam acara peluncuran Industry Consultative Paper di Jakarta. Hal ini menunjukkan bahwa langkah-langkah konkret telah diambil untuk memastikan implementasi sistem ini berjalan lancar.
Kolaborasi Strategis antara Indonesia dan Jepang
Kerja sama QRIS lintas negara antara Indonesia dan Jepang secara resmi dimulai pada 17 Agustus 2025. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan berbagai lembaga lainnya termasuk Ministry of Economy, Trade, and Industry (METI) of Japan, serta Payment Japan Association (PJA). Kerja sama ini memegang peranan penting dalam pengembangan sistem pembayaran yang lebih modern dan efisien di kedua negara.
Lebih lanjut, Filianingsih menambahkan bahwa sistem pembayaran berbasis QR code ini juga akan diperluas untuk wisatawan asal Korea Selatan. Adanya kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan aksesibilitas bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman berbelanja dan berwisata di Indonesia.
Ekspansi ke Pasar Korea Selatan
Indonesia dan Korea Selatan telah meresmikan kerja sama QRIS lintas negara pada 1 April yang lalu. Kerja sama ini merupakan hasil sinergi antara Bank Indonesia, Bank of Korea, ASPI, Korea Financial Telecommunications & Clearings Institute (KFTC), serta lembaga keuangan lainnya. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan akan lebih banyak wisatawan asal Korea Selatan yang berkunjung ke Indonesia dan dapat melakukan transaksi dengan mudah menggunakan kode QR.
Praktik QRIS Indonesia Outbound
Sementara itu, sistem QRIS untuk wisatawan Indonesia yang ingin berbelanja di luar negeri sudah lebih dahulu diimplementasikan di beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. Ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya fokus pada inbound tourism, tetapi juga memperhatikan pengalaman belanja warganya di luar negeri.
Dengan semakin meluasnya penggunaan QRIS, Bank Indonesia juga tengah berupaya untuk memperluas jangkauan sistem pembayaran ini ke negara-negara Asia lainnya, termasuk China. Tujuannya adalah untuk memperluas akses dan mempermudah transaksi bagi wisatawan Indonesia dan asing yang ingin berkunjung ke Indonesia.
Manfaat Wisata Digital bagi Ekonomi
Implementasi sistem wisata digital melalui kode QR membawa banyak manfaat, baik bagi wisatawan maupun pelaku usaha. Beberapa keuntungan yang diharapkan meliputi:
- Peningkatan efisiensi transaksi yang lebih cepat dan mudah.
- Pengurangan biaya transaksi bagi pelaku usaha dan wisatawan.
- Memperluas jangkauan pasar bagi pelaku usaha lokal.
- Meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif.
Dengan potensi yang besar ini, penting bagi semua pihak untuk berkolaborasi dalam memanfaatkan teknologi pembayaran digital. Hal ini akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk pariwisata dan bisnis di Indonesia.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meskipun banyak manfaat yang dapat diperoleh, terdapat tantangan yang harus dihadapi dalam implementasi sistem ini. Kesadaran dan pemahaman tentang teknologi baru di kalangan pelaku usaha masih perlu ditingkatkan. Selain itu, infrastruktur yang belum sepenuhnya siap di beberapa daerah juga menjadi penghalang dalam penerapan sistem ini secara menyeluruh.
Namun, dengan adanya dukungan dari pemerintah dan berbagai lembaga, tantangan ini dapat diatasi. Pendidikan dan pelatihan mengenai penggunaan teknologi pembayaran digital bagi pelaku usaha akan sangat membantu dalam memaksimalkan potensi wisata digital ini.
Secara keseluruhan, era baru wisata digital melalui penggunaan kode QR di Indonesia tidak hanya menjanjikan kemudahan bagi wisatawan, tetapi juga berpotensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Dengan langkah-langkah yang tepat, Indonesia dapat menjadi salah satu destinasi utama bagi wisatawan internasional yang menginginkan pengalaman bertransaksi yang cepat dan efisien.
➡️ Baca Juga: Tokoh Bulu Tangkis Sir Craig Reedie Meninggal Dunia di Usia 84 Tahun, Kenang Prestasinya
➡️ Baca Juga: Daftar Lengkap Outfit Pragmata dan Panduan Cara Unlock-nya yang Efektif




