Durian Sulteng Siap Menjadi Komoditas Ekspor Unggulan, Kementan Ambil Langkah Strategis

Palu – Keberlangsungan ekspor produk unggulan dari suatu daerah sangat krusial untuk memastikan bahwa potensi lokal tidak hanya berfungsi sebagai komoditas sesaat. Lebih dari itu, perlu diupayakan agar produk-produk tersebut mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
Pentingnya Kualitas dan Inovasi dalam Ekspor
Konsistensi dalam menjaga kualitas, melakukan inovasi, serta hilirisasi produk adalah faktor-faktor kunci yang harus diperhatikan agar produk daerah dapat bersaing di pasar global. Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Penguatan ekspor harus didasarkan pada data yang akurat dan diversifikasi pasar. Dengan cara ini, suatu daerah tidak akan terlalu rentan terhadap fluktuasi permintaan di tingkat global.
Komitmen Kementan dalam Pengembangan Durian Sulteng
Kementerian Pertanian (Kementan) bertekad untuk mendukung pemerintah daerah dalam pengembangan kawasan pertanian, khususnya untuk komoditas durian di Sulawesi Tengah (Sulteng). Langkah ini diambil guna mendukung keberlanjutan ekspor produk unggulan dari daerah tersebut.
“Sebanyak 14 ribu batang bibit durian bersertifikat telah kami kirimkan sebagai bagian dari upaya mempercepat pengembangan kawasan durian di Sulteng,” ungkap Direktur Buah dan Florikultura di Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Fausiah T Ladja, saat menghadiri acara Merdeka Ekspor Durian Sulteng 2026 di Kota Palu pada Rabu (12/8).
Dukungan untuk Petani Durian
Fausiah menjelaskan bahwa bantuan bibit tersebut diperuntukkan bagi lahan seluas 140 hektare yang tersebar di beberapa wilayah sentra durian di provinsi tersebut. Daerah-daerah tersebut mencakup Kabupaten Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-una, Tolitoli, Sigi, dan Donggala.
Program pengembangan kawasan durian yang dijalankan oleh Direktorat Jenderal Hortikultura tidak hanya memberikan alokasi bibit, tetapi juga dilengkapi dengan sarana produksi seperti pupuk organik.
“Informasi yang kami terima dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura menyebutkan bahwa 14 ribu bibit dan 210 kilogram pupuk organik telah tiba di Sulteng,” tambahnya.
Potensi Geografis Sulawesi Tengah
Letak geografis Sulawesi Tengah dinilai sangat mendukung untuk pengembangan komoditas hortikultura, terutama durian, sehingga wilayah ini sangat potensial untuk menjadi pusat ekspor durian di dalam negeri.
“Durian kini menjadi sumber ekonomi baru baik bagi daerah maupun untuk ekonomi nasional. Kami berharap bantuan yang telah diberikan kepada para petani dapat dirawat dan dijaga, sehingga dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan mereka,” ujar Fausiah.
Ekspor Durian Beku ke China
Saat ini, Sulawesi Tengah telah memulai kegiatan ekspor durian beku (frozen) jenis Montong ke China melalui Pelabuhan Pantoloan Palu.
Berdasarkan data dari Badan Karantina Indonesia (Barantin), sejak Januari hingga Juli 2026, ekspor durian beku ke negeri Tirai Bambu tersebut telah mencapai 272 kontainer dengan total tonase sebanyak 7.344 ton.
Setiap kontainer berisi sekitar 27 ton durian beku, dengan nilai komoditas yang diperkirakan mencapai antara Rp2,5 miliar hingga Rp2,8 miliar per kontainer.
Produksi Durian di Indonesia
Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen durian terbesar di Asia Tenggara, dengan rata-rata produksi mencapai 1,8 juta ton per tahun dari luas lahan panen sekitar 105 ribu hektare. Kami berharap Sulawesi Tengah dapat ikut berkontribusi meningkatkan jumlah produksi nasional di masa mendatang,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah strategis yang diambil, diharapkan durian Sulteng akan semakin dikenal di pasar internasional dan dapat menjadi komoditas ekspor unggulan yang memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Strategi Pemasaran untuk Durian Sulteng
Keberhasilan ekspor durian Sulteng tidak hanya bergantung pada kualitas produk. Strategi pemasaran yang efektif juga menjadi faktor penentu. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:
- Pengembangan branding yang kuat untuk durian Sulteng.
- Peningkatan kualitas pengemasan agar lebih menarik di pasar internasional.
- Partisipasi dalam pameran dan festival internasional untuk memperkenalkan durian Sulteng.
- Kerja sama dengan distributor dan importir di negara tujuan ekspor.
- Pendidikan petani mengenai praktik terbaik dalam budidaya dan pengolahan durian.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, diharapkan durian Sulteng dapat bersaing secara global dan meningkatkan kesejahteraan petani serta masyarakat di sekitarnya.
Kesimpulan
Dengan potensi yang dimiliki, durian Sulteng berpeluang besar untuk menjadi komoditas ekspor unggulan. Dukungan dari pemerintah dan keterlibatan aktif masyarakat merupakan kunci untuk mencapai keberhasilan ini. Semoga langkah-langkah strategis yang diambil dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah dan nasional.
➡️ Baca Juga: Seungkwan SEVENTEEN Bergabung dalam Drama Karya Penulis Terkenal yang Dinantikan
➡️ Baca Juga: Segudang Manfaat Tuna Cocok Jadi Menu Harian Praktis dan Bergizi



