slot depo 10k slot depo 10k
Otomotif

Dampak Suhu Ekstrem pada Kinerja Kendaraan Listrik Menurut Pakar ITB

Dalam beberapa waktu terakhir, suhu ekstrem yang melanda berbagai daerah di Indonesia menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi pengguna kendaraan listrik. Yannes Martinus Pasaribu, seorang pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menggarisbawahi bahwa kondisi cuaca panas yang ekstrem ini dapat memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap performa dan masa pakai kendaraan listrik (EV).

Dampak Suhu Tinggi terhadap Baterai Kendaraan Listrik

Yannes menjelaskan bahwa ketika suhu lingkungan berada di atas 35 derajat Celsius, proses degradasi baterai dapat meningkat dengan cepat. Hal ini disebabkan oleh reaksi kimia dalam baterai yang berlangsung lebih cepat pada suhu tinggi, yang pada gilirannya menyebabkan penurunan kapasitas baterai.

“Kondisi ini dapat mengakibatkan penurunan jarak tempuh kendaraan antara 10 hingga 30 persen. Juga, pengisian daya menjadi lebih lambat dan umur pakai baterai bisa berkurang sekitar 8 hingga 30 persen,” tambahnya. Ini menjadi perhatian serius bagi pengguna kendaraan listrik, yang perlu memahami pentingnya perawatan di tengah cuaca yang tidak bersahabat.

Pentingnya Perawatan Kendaraan Listrik pada Suhu Ekstrem

Dalam situasi suhu yang tinggi, perhatian ekstra diperlukan untuk menjaga kinerja kendaraan listrik. Yannes menyoroti beberapa langkah efektif yang bisa diambil, seperti:

  • Mengaktifkan fitur preconditioning sebelum berkendara.
  • Memarkir kendaraan di tempat yang teduh atau garasi.
  • Menghindari paparan langsung sinar matahari dalam waktu lama.
  • Menjaga tingkat daya baterai di kisaran 20 hingga 80 persen.
  • Menghindari penggunaan pengisian cepat saat suhu tinggi.

Pengguna kendaraan listrik juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin pada sistem pendingin baterai, termasuk memeriksa cairan pendingin dan sensor suhu. Langkah-langkah ini sangat penting untuk menjaga performa baterai tetap optimal.

Strategi Pengisian Daya yang Efektif

Yannes mengingatkan pentingnya menghindari pengisian baterai hingga penuh setiap hari, terutama dalam kondisi cuaca panas. “Pengisian daya sebaiknya dilakukan pada malam hari ketika suhu lebih rendah. Jika memungkinkan, gunakan pengisian Level 2 dan batasi fast charging hingga 80 persen,” ujarnya. Langkah ini bertujuan untuk mencegah penambahan panas yang bisa mempercepat proses penuaan baterai.

Ia juga menekankan agar pengguna tidak melakukan pengisian cepat DC ketika baterai masih dalam keadaan panas setelah digunakan atau saat siang hari dengan suhu puncak. Hal ini dapat membantu menjaga kondisi baterai tetap stabil dan mengurangi risiko kerusakan jangka panjang.

Sistem Manajemen Termal pada Kendaraan Listrik

Kebanyakan kendaraan listrik modern saat ini dilengkapi dengan sistem manajemen termal (TMS) berbasis pendingin cair. Sistem ini dirancang untuk menjaga suhu baterai pada kisaran ideal antara 20 hingga 40 derajat Celsius. Bahkan, TMS dapat berfungsi pada suhu lingkungan yang lebih tinggi, sampai di atas 40 derajat Celsius, dengan cara mengaktifkan pompa dan kipas secara otomatis.

Namun, Yannes mengingatkan bahwa meskipun sistem ini sangat membantu, ia tidak tanpa batasan. Dalam kondisi yang ekstrem, TMS memerlukan energi tambahan, yang dapat mengurangi jarak tempuh kendaraan sekitar 5 hingga 10 persen. Oleh karena itu, upaya perawatan tambahan tetap diperlukan untuk menjaga performa kendaraan listrik.

Kesimpulan: Memahami Pentingnya Perawatan di Suhu Ekstrem

Dengan meningkatnya suhu ekstrem yang terjadi di banyak wilayah Indonesia, penting bagi pengguna kendaraan listrik untuk memahami dampak suhu tinggi terhadap kinerja dan umur pakai baterai. Melalui langkah-langkah perawatan yang tepat, pengguna dapat memastikan kendaraan listrik mereka tetap berfungsi dengan baik, meskipun dalam kondisi cuaca yang menantang.

Menjaga suhu optimal, menghindari pengisian baterai yang tidak tepat, serta melakukan pemeriksaan rutin adalah langkah-langkah yang sangat dianjurkan. Dengan demikian, pengguna dapat memaksimalkan potensi kendaraan listrik mereka dan memperpanjang usia pakai baterai, sambil tetap berkontribusi pada lingkungan yang lebih bersih.

➡️ Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis di Kepri Aman dengan 104 SPPG Penuhi Standar Higiene yang Ketat

➡️ Baca Juga: BLT Kesra Rp900.000 Jelang Lebaran 2026 Bikin Heboh! Ini Penjelasan Resmi Pemerintah

Related Articles

Back to top button