Iqro’ Lahir Baru agar Tetap Menarik
— Paragraf 1 —
JAKARTA- Buku menjadi salah satu literasi penting bagi kemajuan bangsa. Buku tak sebatas yang persifat profan, tapi juga yang bernilai religius. Buku kadang perlu di-“up date” agar tetap menarik dari sisi tampilan.
— Paragraf 2 —
Dari sini orang akan lebih tertarik untuk membuka, membaca, dan mendalami. Itulah yang terjadi pada buku Iqro’ karya KH As’ad Humam, yang selama puluhan tahun menjadi fondasi pembelajaran membaca Alquran di Indonesia. Tampilan baru buku ini diluncurkan di Jakarta, Selasa (10/3) yang disponsori banyak mitra seperti Kahf.
— Paragraf 3 —
“Biar menginspirasi banyak pihak, tak hanya anak-anak, tapi juga orang dewasa,” tutur desainer buku, Ibnu. Menurutnya, Iqro’ desain lama masih ada juga. Sedangkan isi buku baru tidak berbeda dengan yang lama. Buku “dibagi” dua: Arab dan Latin. Ini agar memudahkan pembaca karena yang Arab dibaca dari kanan, sedangkan Latin dari kiri.
— Paragraf 4 —
Brand Representative Kahf, Aldian Alfaridz, menambahkan, buku akan disebar di beberapa masjid dan juga ke luar negeri. Pesan yang mau disampaikan dengan rilis buku ini agar umat sama-sama memanfaatkan momen Ramadan menjadi lebih baik. “Mari maksimalkan waktu Ramadan yang tersisa agar menjadi manusia lebih baik bareng-bareng,” ajak Aldian. Dia menyebut bahwa Kahf mau menjadi mitra karena sama-sama membutuhkan. Menurutnya, Iqro’ Reimagined Project untuk memperluas literasi Alquran.
— Paragraf 6 —
Suasana konferensi pers peluncuran buku Iqro’ baru
— Paragraf 7 —
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama mencatat indeks nasional membaca Alquran berada di angka 66,04. Ini cukup tinggi. Meski demikian, laporan yang sama menunjukkan masih terdapat kesenjangan dalam aspek kemampuan membaca sesuai dengan kaidah tajwid dan kelancaran bacaan.
— Paragraf 8 —
Tantangan ini tidak hanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga kalangan dewasa yang ingin kembali memperbaiki bacaannya. Menjawab kebutuhan tersebut, Kahf dan Parastudio menghadirkan Iqro’ Reimagined Project. Ini sebuah penyegaran visual atas buku tersebut. Kahf Iqro’ Reimagined Project diperkenalkan kepada publik di Illustrated Ramadan Jakarta (IRJ) 2026 yang berlangsung di SPAC8, Ashta District 8, Jakarta.
— Paragraf 9 —
“Kolaborasi ini hadir sebagai ajakan untuk kembali memulai atau melanjutkan perjalanan membaca Alquran. Kami memahami bahwa banyak orang dewasa yang merasa ragu dan takut di-judge ketika ingin belajar dari awal. Karena itu, kami ingin menghadirkannya dalam format yang lebih kontekstual tanpa mengubah aslinya,” tambah Aldian Alfaridz.
— Paragraf 10 —
Metode Iqro’ yang diperkenalkan pada era 1980-an telah membantu jutaan masyarakat Indonesia mengenal huruf hijaiyah dan membaca a-ba-ta secara sistematis dan praktis. Dalam proses rebranding ini, Kahf memastikan warisan tersebut tetap terjaga. Khat dengan tulisan tangan asli dipertahankan sebagai elemen grafis utama guna memastikan keaslian dan nilai historisnya tetap utuh.
— Paragraf 12 —
tampilan baru buku
— Paragraf 13 —
Edisi ini mengacu pada materi Iqro’ Klasikal, sebuah format akselerasi jilid 1-6, yang dirancang lebih ringkas dan padat. Rilisan ini menjadi tahap awal dari pengembangan yang akan dilanjutkan pada periode berikutnya. Proyek ini diinisiasi oleh Kahf dan Parastudio, berkolaborasi dengan Iqro’ Center melalui pendampingan materi oleh Balai Litbang LPTQ Nasional Team Tadarus “AMM” Yogyakarta.
— Paragraf 14 —
“Inisiasi ini memiliki tujuan yang sejalan dengan KH As’ad Humam & Iqro’ Center dalam memberantas buta huruf Alquran, khususnya generasi muda. Dengan niat baik tersebut, kami menyambut positif gagasan ini. Kami berharap semakin banyak generasi muda yang mungkin belum bisa mengaji, namun merasa ragu untuk memulai kembali dari dasar, dapat terdorong untuk terus belajar dan menyempurnakan bacaan Alquran melalui pengembangan desain ini,” ujar Rehan Mubarak, perwakilan Iqro’ Center dan keluarga KH As’ad Humam, pembuat metode Iqro’.
➡️ Baca Juga: Mark Zuckerberg Minimalkan Penelitian Meta dalam Sidang Keamanan Anak di New Mexico