BRIN Evaluasi Risiko Kebakaran Mobil Listrik dalam Proses Pengangkutan Kapal Feri

Jakarta – Dalam dunia otomotif yang semakin berkembang, kendaraan listrik menjadi salah satu solusi untuk mengurangi emisi karbon dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, dengan meningkatnya jumlah kendaraan listrik, muncul tantangan baru yang perlu dihadapi, salah satunya adalah risiko kebakaran, terutama saat proses pengangkutan menggunakan kapal feri. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini tengah melakukan kajian mendalam mengenai hal ini, dengan fokus pada berbagai faktor yang dapat berkontribusi terhadap risiko tersebut.

Pentingnya Evaluasi Risiko Kebakaran Mobil Listrik

Kendaraan listrik, terutama yang menggunakan baterai lithium, memiliki karakteristik unik yang dapat mempengaruhi keselamatannya saat diangkut. BRIN berkomitmen untuk menilai risiko kebakaran yang mungkin terjadi selama proses pengangkutan ini. Dalam webinar nasional bertajuk “Tantangan Keselamatan Kendaraan Listrik di Kapal Feri: Risiko Kebakaran dan Evakuasi pada Transportasi Penyeberangan” yang berlangsung secara daring, Peneliti Ahli Muda dari Pusat Riset Teknologi Transportasi (PRTT) BRIN, Ayudia Pangestu Gusti, memaparkan hasil kajian ini.

Dalam analisisnya, Ayudia menekankan bahwa keselamatan kendaraan listrik tidak bisa ditentukan hanya dari satu sudut pandang. Risiko kebakaran bersifat sistemik dan harus ditinjau dari berbagai aspek. Penelitian ini mencakup kondisi baterai, sistem keselamatan kapal, serta kesiapan awak kapal dalam menghadapi situasi darurat.

Faktor-Faktor Penyebab Kebakaran

Tim BRIN telah mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko kebakaran pada kendaraan listrik. Beberapa kondisi yang menjadi perhatian meliputi:

Selain itu, karakteristik baterai yang digunakan juga menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Setiap jenis baterai memiliki perilaku yang berbeda saat terbakar, sehingga metode penanganan untuk masing-masing jenis harus disesuaikan.

Perbedaan Karakteristik Baterai dalam Kebakaran

Hasil penelitian menunjukkan bahwa baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) memiliki potensi lebih kecil untuk meledak, namun api yang dihasilkan dapat bertahan lebih lama. Di sisi lain, baterai Nickel Manganese Cobalt (NMC) dapat menghasilkan suhu api yang lebih tinggi dan lebih cepat. Pengetahuan mengenai perbedaan karakteristik ini sangat penting bagi petugas pemadam kebakaran dalam menentukan metode penanganan yang tepat.

“Pengendalian kebakaran pada kendaraan listrik sangat krusial. Kita perlu memahami karakteristik api dan perilaku baterai agar dapat merespons dengan efektif,” ungkap Ayudia.

Pengujian Kendaraan Listrik Secara Utuh

BRIN merencanakan tahap selanjutnya dari penelitian ini, yaitu pengujian kendaraan listrik secara utuh. Tujuan dari pengujian ini adalah untuk mengetahui apakah karakteristik baterai tetap konsisten setelah terintegrasi dengan sistem pengatur baterai dan komponen lainnya dalam kendaraan. Penelitian yang dilakukan selama dua tahun ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi dalam penyusunan pedoman transportasi dan prosedur pemadaman kebakaran untuk kendaraan listrik yang diangkut menggunakan kapal.

Kesiapan Awak Kapal dalam Menghadapi Keadaan Darurat

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah kesiapan awak kapal dalam merespons keadaan darurat. BRIN juga akan meneliti bagaimana awak kapal dapat melaksanakan evakuasi jika terjadi kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan dasar ilmiah yang dapat meningkatkan keselamatan pengangkutan kendaraan listrik di kapal feri.

Diharapkan, hasil penelitian ini dapat membantu operator dan pihak terkait untuk merumuskan langkah-langkah yang tepat dalam pencegahan dan penanganan risiko kebakaran, sehingga pengangkutan kendaraan listrik dapat berjalan dengan lebih aman.

Pentingnya Prosedur dan Pedoman yang Jelas

Penyusunan prosedur dan pedoman yang jelas sangat diperlukan untuk menjamin keselamatan selama proses pengangkutan. Hal ini mencakup:

Dengan adanya pedoman yang jelas, diharapkan risiko kebakaran mobil listrik dapat diminimalisir, serta keselamatan semua pihak dapat terjaga.

Kesimpulan: Upaya Meningkatkan Keselamatan Transportasi Kendaraan Listrik

BRIN melalui penelitian ini berkomitmen untuk memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keselamatan transportasi kendaraan listrik di Indonesia. Dengan mengidentifikasi risiko kebakaran dan memperbaiki prosedur yang ada, diharapkan pengangkutan kendaraan listrik menggunakan kapal feri dapat dilakukan dengan lebih aman dan efektif.

Penting bagi semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam mengimplementasikan hasil penelitian ini. Melalui kolaborasi yang baik, kita dapat menciptakan lingkungan transportasi yang aman bagi kendaraan listrik, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon di Indonesia.

➡️ Baca Juga: Penutupan Safari Ramadhan oleh Bupati Egi di Masjid Nurul Huda Menandai Akhir Kegiatan Pemkab Lamsel

➡️ Baca Juga: Strategi Efisien UMKM Mengelola Stok Barang Saat Permintaan Meningkat di Bulan Desember

Exit mobile version