slot depo 10k
Ekonomi

BRI Persiapkan Dana Tunai Rp25 Triliun untuk Menghadapi Idulfitri 2026

Dalam rangka menyambut hari raya Idulfitri 2026, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI telah menyiapkan dana tunai sebesar Rp25 triliun. Dana tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama periode liburan Lebaran. Dengan dana ini, BRI berharap dapat memastikan aktivitas transaksi masyarakat berjalan lancar selama periode liburan yang biasanya diiringi peningkatan aktivitas keuangan.

Asal Dana Tunai BRI untuk Idulfitri 2026

Fondasi dari dana tunai Rp25 triliun ini adalah saldo rata-rata (ratas) yang mencapai Rp19,7 triliun. Selain itu, BRI menambah dana tunai sebesar Rp5,3 triliun yang diestimasikan sebagai kebutuhan kas selama tujuh hari periode layanan Lebaran. Maka dari itu, BRI berupaya untuk memastikan bahwa aktivitas transaksi masyarakat dapat terjamin lancarnya selama momen hari raya.

Perubahan Tren Transaksi

Menurut Direktur Operations BRI, Hakim Putratama, ketersediaan uang tunai pada periode Lebaran tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan transaksi digital seperti QRIS dan mobile banking BRImo. “Penggunaan QRIS dan mobile banking telah memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan ketersediaan kas,” ungkap Hakim.

Tren Transaksi Digital

Tren transaksi digital semakin dominan dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan penggunaan layanan digital BRI. Hingga Desember 2025, jumlah pengguna BRImo telah mencapai 45,9 juta atau mengalami peningkatan sebesar 18,9 persen secara tahunan. Nilai transaksi melalui BRImo juga tercatat meningkat 26,4 persen, mencapai Rp7.076,9 triliun.

Selain itu, penggunaan QRIS BRI juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Volume transaksi melalui QRIS tercatat naik 100 persen menjadi Rp85,6 triliun. Sementara itu, jumlah transaksi meningkat 127,5 persen menjadi lebih dari 782,8 miliar transaksi.

Pengurangan Penggunaan Uang Tunai

Hakim menjelaskan bahwa BRI mendorong pengurangan penggunaan uang tunai sebagai bagian dari strategi efisiensi operasional. Semakin besar jumlah uang tunai yang beredar, biaya yang dibutuhkan untuk menjaga keamanan distribusi juga semakin tinggi. Oleh karena itu, BRI berfokus untuk mengoptimalkan layanan digitalnya sebagai alternatif transaksi tunai.

➡️ Baca Juga: Rilis Resmi Jadwal UTBK-SNBT 2026: Ketahui Persyaratan dan Ketentuan Lengkapnya untuk Sukses!

➡️ Baca Juga: Penutupan Safari Ramadhan oleh Bupati Egi di Masjid Nurul Huda Menandai Akhir Kegiatan Pemkab Lamsel

Related Articles

Back to top button