Info

Tips Usaha Laundry Untuk Pemula dalam Wabah Covid-19

Usaha laundry bagi pemula saat pandemi covid 19

Untuk menilai besar pasar laundry di Indonesia, kami menggunakan sebuah metode proyeksi yaitu market sizing . Dengan metode ini, kami menggunakan jumlah populasi masyarakat Indonesia dan berdasarkan beberapa faktor. Faktor apa sajakah yang mempengaruhinya?

Jumlah orang yang tinggal di daerah urban (perkotaan), persentase penetrasi internet di Indonesia,  jumlah orang yang berada dalam usia produktif, dan jumlah orang yang sudah menggunakan jasa laundry, untuk menyaring populasi yang luas menjadi populasi yang relevan.

Dengan metode proyeksi yang sebelumnya dan penyaringan dengan faktor yang tadi telah dipaparkan, kami mendapatkan perkiraan potensi pasar sebesar 25 juta pelanggan potensial untuk usaha laundry di Indonesia dimana valuasi potensi pasar sekitar Rp 33 Triliun setiap tahunnya.

 

Jumlah pengusaha laundry dan kami ada sekitar 132 ribu pengusaha laundry di Indonesia saja dan angka ini masih terus bertumbuh saat ini dan di masa depan. Melihat angka potensi pelanggan dan jumlah pengusaha laundry tersebut, kita bisa melihat bahwa hanya ada sedikit pelanggan yang dapat dilayani oleh setiap laundry belum lagi kalau kita lihat usaha laundry sering kali berkumpul dan diperparah dengan minimnya perbedaan antar usaha laundry sehingga usaha laundry sulit untuk bertumbuh.

 

Outlook Usaha Laundry dalam Wabah Covid-19

Wabah Covid-19 yang merebak di seluruh dunia dan juga Indonesia dapat dibilang seperti pedang berbilah dua dimana wabah Covid-19 secara positif memberikan dampak kepada usaha laundry dimana semakin banyak masyarakat Indonesia yang takut akan wabah Covid-19 menggunakan jasa laundry untuk menghindari terkena virus Covid-19 melalui pakaiannya. Namun, ini hanya berlaku jika usaha laundry dapat memberikan kesan terpercaya dan profesional sehingga pelanggan mau mempercayai usaha laundry tersebut seperti dikonfirmasi dalam wawancara dengan media nasional.

 

Namun, di sisi lain dapat kita lihat juga bahwa wabah Covid-19 ini memiliki dampak negatif kepada industri laundry yaitu dilihat dari menurunnya pemasukan masyarakat Indonesia, masyarakat menjadi lebih konservatif dalam pengeluarannya serta menurunnya kebutuhan akan layanan laundry. Dengan menurunnya pemasukan maka masyarakat pun akan pikir 2 kali sebelum menggunakan layanan laundry yang sebenarnya mereka dapat lakukan sendiri dan di sisi lain dengan adanya WFH (Work From Home), maka masyarakat tidak membutuhkan layanan laundry seperti biasanya dimana dulu mereka mungkin ada 2 sampai 3 cucian per harinya tapi sekarang hanya 1 sampai 2 cucian setiap harinya.

 

Isu Lumrah di Industri Laundry Tips untuk Menanggulanginya

Berdasarkan dari pengalaman kami selama 10 tahun di industri laundry, ada beberapa masalah yang relatif umum yang kami rasa akan dihadapi oleh sebagian besar pengusaha laundry cepat atau lambat. Beberapa isu yang dimaksud memang melekat pada sifat dari industri, pasar dan usahanya sehingga tidak dapat dihindari tapi masih bisa ditanggulangi sedangkan beberapa masalah lain dapat dihindari dengan mudah tapi hanya jika kita tahu caranya. Masalah yang kami maksud adalah sebagai berikut:

Penyedia waralaba fokusnya jualan mesin

Sebagian besar penyedia waralaba dalam bidang laundry memiliki fokus yaitu untuk menjual mesin dengan tambahan mungkin memberikan pelatihan cara menggunakan mesinnya saja.

Sebaiknya, bandingkan penyedia waralaba dan cari tahu harga mereka serta dukungan apa yang diberikan dan yang Anda butuhkan sebelum memutuskan. Lebih baik cari waralaba usaha laundry yang tidak hanya fokus di pembukaan tapi juga di operasional sehari-hari.

Salah dalam memilih alat dan mesin

Kami pun sering mendengar kasus dimana pengusaha laundry salah memilih alat dan mesin, hal ini terjadi umumnya karena mereka kurang pengetahuan dan perencanaan akan usaha laundry yang mau dijalankan dan tidak mencari opini kedua. Contohnya, kami sering mendengar pengusaha laundry yang keburu membeli mesin koin dimana harganya lebih mahal dibandingkan mesin kiloan sedangkan konsep bisnisnya ternyata laundry kiloan.

Tips untuk isu ini adalah sebaiknya pelajari dan rencanakan model bisnis seperti apa yang mau dijalankan dan apa saja yang dibutuhkan untuk rencana tersebut. Barulah kita mulai cari supplier yang sesuai.

 

Biaya tetap yang besar & omset relatif rendah

Kalau kita lihat dari data yang sebelumnya dibahas dan juga kita mengambil insight dari pengalaman kami, usaha laundry pada umumnya itu sulit untuk bisa punya omset di atas 20 juta rupiah setiap bulannya. Masalahnya dengan omset yang relatif rendah ini, biaya tetap di usaha laundry nanti akan besar porsinya terhadap omset dimana struktur keuangannya itu nanti seperti ini, Operational Expenditure sekitar 45%, Service Expenditure sekitar 30%, dan profit sekitar 25%.

Saran dari kami? Sebaiknya pengusaha memikirkan bagaimana untuk antara menekan biaya-biaya tersebut misalkan dengan mencari supplier yang paling dekat dengan pabrik atau meningkatkan omsetnya dengan pemasaran agresif.

 

Persaingan tidak sehat

Melihat kembali dari data pasar yang sebelumnya dibahas, kita bisa lihat nih kalau rasio antar jumlah pelanggan potensial dengan pengusaha laundry itu rendah jadi usaha laundry ini sulit untuk punya pelanggan yang banyak karena kompetisinya ketat. Terus ini juga diperparah dimana kita bisa lihat usaha laundry yang satu dengan yang lain itu relatif mirip, nyaris gak ada perbedaan jadinya yang mereka lakukan adalah perang harga.

Saran dari kami adalah Anda lakukan survey di daerah usaha Anda ada banyak gak usaha laundry, kalau ada usaha laundrynya seperti apa, layanannya apa dan kualitasnya seperti apa. Tujuannya adalah agar kita tahu ini usahanya bisa jalan atau tidak serta kita harus apa agar bisa berbeda dari yang lain.

 

Eksekusi serba konvensional

Kebanyakan pengusaha laundry masih melaksanakan dan merencanakan usahanya dengan cara yang serba konvensional (pembukuan manual, pencatatan manual, pemasaran manual, dll). Akibatnya adalah tenaga dan waktu yang dikeluarkan pengusaha dan karyawan menjadi tidak efisien dan sulit juga untuk penyedia layanan laundry dalam menjaga konsistensi dan kualitas layanan yang diberikan untuk pelanggan.

Saran dari kami adalah bisa dengan membuat suatu SOP operasional atau lebih idealnya untuk menggunakan suatu sistem IT untuk operasional laundry. Saat ini, kebanyakan sistem IT operasional sih dipakai oleh usaha masing-masing (belum ada yang dapat diakses oleh umum). Kalau mau akses ke sistem IT yang dimaksud bisa bergabung ke waralaba QnC Laundry dimana tidak cuma sistem IT, tapi kita bantu dari perencanaan sampai operasional sehari-hari (audit, pemasaran, customer service, dll)

Manajemen tidak profesional & Kurangnya SOP

Berhubung dengan isu dan data yang sebelumnya telah dipaparkan, mayoritas usaha laundry termasuk skala mikro dan kecil dimana sebagian besar dari usaha laundry pada skala ini tidak memiliki manajemen profesional sehingga pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan intuisi pemilik bukan berdasarkan praktik terbaik atau data yang ada. Selain itu, usaha laundry mungkin juga tidak memiliki SOP yang jelas dan terstruktur sehingga karyawan operasional menjalankan pekerjaannya hanya berdasarkan ingatan, intuisi dan instruksi manajemen sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya kesalahan pada proses operasional. Selain itu, tanpa adanya SOP untuk menanggulangi kesalahan tersebut, maka akan semakin sulit bagi manajemen dan pemilik usaha laundry untuk mencegah kesalahan itu terjadi kembali dan memitigasi dampak negatif akibat kesalahan tersebut misalkan pakaian yang hilang atau tertukar.

Memang dengan skala yang mikro dan kecil, sulit untuk suatu perusahaan membuat manajemen, sistem serta SOP laundry yang berkualitas tinggi karena investasi yang dibutuhkan relatif besar. Oleh karena itu yang bisa dilakukan adalah dengan membuat implementasi SOP serta ilmu manajemen yang mendasar tapi kritis dulu seperti SOP pencucian sampai pengemasan dan juga ilmu manajemen seperti flowchart operasional yang jelas. Jika ingin usahanya diurus manajemen dan sistem yang sepenuhnya profesional bisa cek penulis ini ya. Nara sumber Jason Su.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

38 − = 33

Paling Populer

To Top
error: Konten Dilindungi !!