Info

Pentingnya K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja Dan Lingkungan) Pada Usaha Laundry

K3L dalam usaha laundry

Laundry Indonesia – Ada yang berpendapat K3L yakni keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan tidak diperlukan pada skala usaha kecil misalnya laundry. Padahal sering kita mendengar kejadian yang tak terduga seperti laundry kebakaran akibat tabung gas boiler meledak, karyawan menghirup bau parfum yang terus menerus, pencemaran lingkungan akibat deterjen atau uap dari mesin pengering.

Hal ini seharusnya bisa dihindari bila mengerti manajemen K3L sebagai salah satu bentuk upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan sejahtera, bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, serta bebas pencemaran lingkungan menuju peningkatan produktivitas, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Sepertinya K3L pada usaha laundry begitu penting karena juga menyangkut keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan baik pemilik pekerja, pelanggan dan masyarakat sekitar. Kecelakaan kerja tidak hanya menimbulkan korban jiwa maupun material bagi pekerja dan pengusaha. Hal ini juga bisa mengganggu proses produksi secara menyeluruh termasuk merusak lingkungan yang pada akhirnya masyarakat sekitarnya kena imbasnya.

Perlu ada upaya yang nyata untuk mencegah resiko terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja secara menyeluruh terutama pada bisnis laundry baik skala rumahan maupun profesional. Sosialisasi kebijakan K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan) sebagai bentuk nyata bahwa perusahaan benar-benar serius menerapkannya dengan benar.

Anggapan laundry hanyalah usaha kecil dan menengah (UKM) dan tak perlu K3L bisa mengakibatkan kerugian baik usaha itu sendiri, pemilik, pekerja, pelanggan, masyarakat sekitar dan lingkungan. Kecelakaan, peledakan dan penyakit akibat kerja pada umumnya tidak diterapkan syarat-syarat K3L pada usaha laundry secara baik dan benar.

Penerapan K3L Pada Usaha Laundry

Penerapan K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan) pada lingkup usaha laundry dimaksud meminimalisir angka kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan lainnya seperti yang telah disebutkan di paragraf atas.

Hal-hal yang mempengaruhi keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan pada usaha laundry di antaranya seperti peralatan atau alat kerja seperti mesin cuci, mesin pengering, setrika uap boiler dan lainnya. Bahan-bahan seperti chemical, parfum laundry, deterjen bisa mempengaruhi terhadap keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan (K3L) . Aparat pendukung seperti energi listrik, gas, kayu bakar atau gas perlu juga diperhatikan karena menyangkut keselamatan kerja.

Dalam prakteknya, ada himbauan terhadap pekerja yang dituangkan dalam bentuk tertulis sebagai standar baku operasional (SOP Laundry). Himbauan-himbauan bisa dituangkan dalam perjanjian kerja bersama yang disepakati oleh serikat pekerja laundry dan perusahaan yang menaungi. Lalu bagaimana bila usaha laundry skala kecil apakah perlu menerapkan semua hal ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

74 − = 73

Paling Populer

To Top
error: Konten Dilindungi !!