Tips Dan Trik

Laundry Sepi Saat Pandemi, Bagaimana Menyikapinya?

Laundry Indonesia- Sudah satu bulan lebih pandemi virus Corona yang dikenal COVID-19 masuk ke Indonesia. Hal ini membuat semua bidang usaha termasuk laundry jadi sepi karena setiap warga disarankan di rumah untuk meminimalir penyebaran virus dari Wuhan Cina tersebut. Lalu bagaimana menyikapi agar kita yang punya usaha bertahan pada saat ini selagi daya beli masyarakat menurun?

Walaupun dalam peraturan tertera dengan jelas bahwa selama karantina wilayah atau PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang meliburkan sekolah, tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan/atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum menyatakan bahwa usaha laundry atau binatu (yang bukan jenis swalayan) masih diperbolehkan melayani pelanggan. Tetapi pada kenyataannya para pelaku usaha berteriak kalau usaha laundry sepi bahkan tidak ada pemasukan sama sekali setiap harinya.

Protokol Pencegahan COVID-19 Pada Laundry

Ada yang menutup usaha laundry karena takut dengan keadaan wabah seperti ini. Yang memaksakan untuk tetap buka ya dipersilahkan karena memang laundry usaha yang masih diperkenankan selama masa pandemi ini. Tentunya harus mengikuti protokol pencegahan covid-19 pada laundry sebagai berikut:

Penerapan Area Terlarang Dan Area Steril

Pastikan ada area terlarang dan area steril pada outlet laundry. Area terlarang biasanya pada penerimaan dan penyerahan baju. Pastikan petugas dan pelanggan menjaga jarak dan menggunakan masker juga sarung tangan. Sediakan hand soap (sabun cuci tangan) ketika pelanggan masuk atau bisa juga dengan handsanitizer bila sulit air.

Baju Pelanggan Laundry Tidak Dicampur

Pastikan mencuci baju pelanggan laundry tidak dicampur dengan pelanggan lain walau kuantitas sedikit. Anda tak perlu hitung baju satu per satu dan pastikan di wadah plastik rapat tertutup.

Desinfektasi Laundry Secara Berkala

Semprot cucian kotor beserta plastiknya dengan cairan desinfektan. Mesin beserta perlengkapannya juga disemprot desinfektan secara berkala. Ruangan, lantai dan gagang pintu atau material yang sering dipegang perlu juga disemprot atau dilap dengan cairan tersebut.

Pengurangan Jam Operasional Laundry

Anda tutup paling lambat pukul 6 sore saja sesuai arahan pemerintah. Selebihnya waktu, pergunakan karyawan untuk istirahat cukup agar imunitas meningkat.

Dicuci Dengan Deterjen Laundry

Dengan deterjen yang memiliki kandungan natrium hipoklorit 5,25 persen, menurut peneliti mikrobiologi di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sugiyono Saputra, bahwa deterjen atau sabun bisa membuat virus tidak aktif.

Pengeringan Baju Pelanggan

Setelah melalui tahap pencucian dan pemerasan, pengeringan dengan mesin pengering selama 28 menit juga mampu membuat virus keok.

Penyetrikaan Baju Pelanggan

Suhu panas pada pakaian akibat setrika juga disinyalir bisa membunuh virus dan kuman, apalagi menggunakan setrika uap yang mencapai suhu di atas 80 derajat celcius.

Finishing Dengan Parfum

Setelah dicuci menggunakan deterjen, dikeringkan dengan menggunakan mesin pengering, diuap dengan setrika panas, saatnya memastikan kuman dan virus mati yakni menggunakan parfum berbasis alkohol. Tambah mantap saja baju pelanggan bebas dari virus. Jangan lupa packing menggunakan plastik laundry dengan rapat.
Jangan lupa petugas laundry mengganti pakaian sesaat setelah bertugas. Gunakan pula sarung tangan dan masker, menjaga jarak dengan pelanggan menjadi hal yang perlu diterapkan pad saat wabah yang sedang melanda ini.

Mengapa Laundry Sepi Saat Pandemi Virus Corona?

Sepinya usaha yang dialami saat ini bukan hanya laundry tetapi juga semua lini usaha mulai dari pariwisata, perhotelan, pedagang, dan berbagai macam profesi lainnya. Mengapa demikian dan bagaimana usaha laundry bisa bertahan dan lepas dari kungkungan ini?

Sekarang kita lihat bagaimana usaha pada sepi karena daya beli masyarakat menurun. Banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan karena mereka diwajibkan tutup agar pandemi tidak meluas. Karyawan banyak yang dirumahkan dan disarankan tinggal dan bekerja dari rumah (work from home).

Selain itu, para warga diwajibkan tinggal di rumah saja. Sekolah diliburkan dan ini otomatis banyak anggota keluarga berada di rumah. Tidak sekolah dan tidak bekerja dan lagi pula banyak waktu di rumah memungkinkan mereka mencuci baju sendiri. Ke tempat laundry juga khawatir terkena virus corona. Lagi pula hemat mencuci sendiri di kala ekonomi sulit.

Apa Kiat Laundry Sepi Saat Pandemi?

Memang sebuah dilema bila laundry tetap buka saat pandemi virus corona saat ini. Kekhawatiran pemilik dan karyawan laundry dan juga pelanggan laundry saat berinteraksi membuat banyak yang memilih menutup usaha laundry sampai wabah ini berakhir.

Tidak ada yang tahu kapan berakhirnya wabah ini. Malah PSBB ini diperpanjang sampai lebaran yang mengakibatkan adanya larangan mudik pada zona merah pandemi virus corona seperti Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang. Alih-alih pengusaha laundry memberikan tunjangan hari raya (THR), untuk menggaji mereka pun sudah tidak sanggup dan megap-megap karena sepinya orderan.

Tutup Usaha Laundry

Mungkin lebih baik tutup terlebih dahulu selama pandemi ini. Dibuka juga belum tentu mendapatkan pelanggan dan yang datang paling satu atau dua orang, lebih baik tutup dulu untuk menghindari kerugian yang lebih banyak.

Diversifikasi Usaha Laundry

Kalau mau kreasi, bisa dicoba dengan usaha lain seperti jual kebutuhan pokok semisal warung, jual pulsa, jual masker dan kebutuhan kesehatan lainnya seperti vitamin, alat APD, handsanitizer, sabun cuci tangan dan lainnya. Boleh juga jual kebutuhan lebaran dan buka puasa karena saat ini umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa.

Banting Stir, Murtad Dari Laundry

Bisa banting stir, tidak buka laundry tapi punya usaha lain atau memilih jadi pegawai yang saat ini dibutuhkan. Boleh juga ikut program Prakerja yang nantinya dapat pelatihan untuk ditempatkan bekerja.

Laundry Sepi Saatnya Migrasi Ke Digital

Nah kalau saya punya ide. Saat usaha laundry sepi, kita saatnya belajar internet marketing agar di kemudian hari laundry kita sudah siap memenangkan persaingan. Sudah saatnya migrasi ke digital yakni dengan pemasaran online. Dari pada waktu terbuang percuma dengan mengeluh di media sosial yang tidak mencerminkan tipe pengusaha, alangkah baiknya belajar pemasaran melalui online. Ini bisa via gratisan dulu. Berminat?

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Nasib Pekerja Laundry Di Hari Buruh Dan Saat Pandemi – Laundry Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 2 = 2

Paling Populer

To Top
error: Konten Dilindungi !!