Inspirasi

Siapa Bilang Jadi Pengusaha Laundry Enak? Ini Buktinya!

Jadi pengusaha laundry apa enaknya?

Yang ngomong kalau jadi pengusaha laundry nantinya bakalan enak adalah mungkin karena melihat kesuksesan yang hanya dilihat dari luar saja. Padahal bertumpuk masalah siap menghadapi dan bila tidak tahan banting akan segera tutup usaha dan kapok.

Makanya jangan tergiur dulu dengan iklan banner yang terpajang di media sosial dari entah organisasi atau mengatasnamakan himpunan pengusaha agar segera membuka laundry. Tentu saja pengusaha peralatan dan perlengkapan laundry maunya seperti itu agar tentunya setelah buka laundry nanti harus beli chemical dan bahan baku di tempat dia. Makanya diiming-imingi ada pelatihan laundry gratis atau semacamnya.

Kalau sudah buka laundry tentunya banyak ditemukan kendala apalagi yang baru buka dan belum menguasai teknik baik manajemen, pemasaran dan cara mencuci sekalipun. Pertanyaan yang sering diajukan adalah masalah harga laundry baik kiloan maupun satuan, apakah karpet harganya per meter atau dikiloa, apakah pakaian saat diterima basah  langsung ditimbang atau bagaimana.

Masalah yang sering dihadapi adalah tenaga kerja yang membantu kita dalam bisnis laundry. Sering keluar masuknya tenaga kerja karena mungkin tidak betah, ketidakdisiplinan bahkan kecurangan siap menghantui bisnis kucek-kucek ini.

Masalah produksi juga mendapat sorotan terbanyak yang sering dihadapi. Pakaian luntur, hilang, tertukar dan ketidaktepatan waktu selesai pakaian menjadi kendala sendiri yang acapkali membuat pengusaha laundry sakit kepala.

Bisnis laundry tergantung pada ketergantungan dari luar. Kontrakan naik atau tidak boleh diteruskannya usaha karena berbagai alas an oleh yang empunya kontrakan juga membuat kita berpikir yang menyebabkan stress karena lagi ramai-ramainya pelanggan malah diusir secara halus.

Kenaikan harga chemical dan bahan baku laundry, listrik dan bensin untuk delivery laundry pun mengalami kenaikan apalagi saat ini premium yang disubsidi pemerintah sulit ditemui di sejumlah SPBU, mau tak mau memakai bensin non subsidi.

Pengusaha laundry yang bermental bajalah yang akan sukses dan menjadi barometer atau contoh laundrypreneur lain yang ingin maju. Pantang menyerah siap menghadapi segala hal. Anda dalam tipe yang mana?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 8 = 18

Paling Populer

To Top
error: Konten Dilindungi !!