Kemenhub Memperkuat Keselamatan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 untuk Masyarakat

Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat di bawah naungan Kementerian Perhubungan terus mengupayakan penguatan aspek keselamatan dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan aman dan nyaman, terutama mengingat tingginya mobilitas selama periode tersebut.
Pentingnya Keselamatan dalam Angkutan Lebaran
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran tidak hanya dipengaruhi oleh kesiapan sarana dan prasarana, namun juga oleh pemahaman masyarakat mengenai keselamatan. Hal ini menjadi sangat penting untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan selama masa mudik.
Peran Media dalam Penyebaran Informasi Keselamatan
Dalam konteks ini, Aan menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dengan media massa. Ia berpendapat bahwa media memiliki peranan kunci dalam menyebarluaskan informasi yang akurat dan mudah dipahami oleh masyarakat. Tanpa dukungan media, informasi mengenai keselamatan dan regulasi yang telah disiapkan pemerintah tidak akan sampai ke tangan masyarakat.
“Media merupakan salah satu pilar sukses dalam pengelolaan angkutan Lebaran. Informasi dan regulasi keselamatan yang kami siapkan tidak akan efektif tanpa adanya peran aktif media. Terkadang, informasi yang salah dapat beredar di masyarakat, sehingga peran media menjadi vital untuk menyampaikan fakta yang benar,” ungkap Aan saat memberikan sambutan dalam acara pelepasan tim Go Mudik.
Estimasi Jumlah Pemudik dan Persiapan Keselamatan
Memperkirakan tingginya angka pergerakan masyarakat, Aan menyatakan bahwa jumlah pemudik tahun ini diperkirakan bisa mencapai 143,9 juta orang. Oleh karena itu, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan telah melakukan berbagai persiapan dari jauh hari untuk memastikan pengelolaan angkutan Lebaran lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kami sudah melakukan berbagai langkah persiapan agar keselamatan dapat terjaga. Diantaranya adalah dengan melaksanakan inspeksi keselamatan (rampcheck) terhadap puluhan ribu bus yang akan beroperasi,” jelasnya. Inspeksi ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua armada yang digunakan memenuhi standar kelaikan jalan.
Pentingnya Memastikan Kelaikan Kendaraan
Aan pun mengimbau kepada masyarakat untuk memeriksa status kelaikan kendaraan yang akan digunakan melalui aplikasi Mitra Darat. Dengan aplikasi ini, masyarakat dapat mengetahui apakah kendaraan yang akan mereka gunakan aman untuk perjalanan.
- Lebih dari 40 ribu bus telah diperiksa.
- 5.000 bus dinyatakan tidak laik jalan.
- Disarankan untuk tidak menggunakan angkutan yang tidak memenuhi standar keselamatan.
- Masyarakat dapat mengecek status kelaikan kendaraan melalui aplikasi.
- Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap perjalanan.
Pentingnya Kesehatan dan Aturan Keselamatan bagi Pemudik
Selain memeriksa kelaikan kendaraan, Aan juga mengingatkan calon pemudik untuk memperhatikan kondisi fisik mereka sebelum melakukan perjalanan. Mematuhi aturan keselamatan adalah hal yang tidak kalah penting, terutama bagi pengguna sepeda motor.
“Bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor, penting untuk tidak melebihi kapasitas kendaraan. Kami memperkirakan sekitar 20 juta pemudik akan menggunakan sepeda motor, oleh karena itu disarankan untuk hanya membawa satu penumpang dengan pengemudi,” tegas Aan.
Pemeriksaan Kendaraan Sebelum Berangkat
Aan mendorong setiap pemudik untuk memeriksa kendaraannya dan memastikan kesehatan fisik dalam kondisi baik sebelum berangkat. Dengan langkah ini, diharapkan keselamatan perjalanan dapat terjaga dengan lebih baik.
Strategi Mengatasi Kepadatan Arus Mudik
Dalam upaya mengurai kepadatan arus mudik dan arus balik, pemerintah juga telah menyiapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Kebijakan ini diharapkan dapat mendistribusikan waktu perjalanan masyarakat sehingga tidak terjadi penumpukan pada hari-hari puncak mudik maupun arus balik.
“Kami mengimbau agar masyarakat menghindari perjalanan pada hari-hari puncak. Kebijakan WFA akan diberlakukan pada tanggal 15–17 Maret 2026 untuk arus mudik dan 25–27 Maret 2026 untuk arus balik. Ini bukan untuk menambah libur, melainkan untuk memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam memilih waktu keberangkatan,” jelasnya.
Mengapa Pengaturan Waktu Perjalanan Sangat Penting
Aan menambahkan bahwa pengaturan waktu perjalanan melalui kebijakan ini adalah bagian dari strategi untuk meningkatkan keselamatan. Dengan arus lalu lintas yang lebih teratur, risiko kecelakaan dan fatalitas dapat diminimalkan, sehingga kenyamanan dan keselamatan perjalanan masyarakat dapat terjaga.
Melalui langkah-langkah strategis dan kolaborasi yang solid antara pemerintah dan media, diharapkan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan lancar dan aman. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti semua regulasi yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.
➡️ Baca Juga: Realme 15 Pro 5G Resmi Meluncur! Tiga Kamera 50MP, Baterai 7000mAh, Harga Mulai Rp6 Jutaan
➡️ Baca Juga: PNM Tebar Berkah Ramadan: Memberdayakan Perempuan Prasejahtera Melalui Iftar Inspiratif




