slot depo 10k
Megapolitan

Anak Perlu Terus Dilindungi dari Radikalisme

— Paragraf 1 —

JAKARTA – Semua harus terus berupaya untuk melindungi anak dari serangan-serangan yang mengandung unsur-unsur radikal. Ancaman ini akan terus mengintip anak-anak dan remaja, termasuk terorisme. Para penganut paham radikalisme dan terorisme terus bergerilya menyebarkan pahamnya melalu media sosial atau formum daring.

— Paragraf 2 —

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat upaya perlindungan anak dan remaja dari berbagai ancaman, termasuk pengaruh radikalisme dan terorisme yang kini disebarkan melalui media sosial atau forum daring,” tandas Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta, Dwi Oktavia. Dia menyatakan ini dalam kegiatan Pencegahan Tindak Radikalisme dan Terorisme di Jakarta bertema “Pelajar Jakarta Antiviral Radikal: Cerdas Beraksi, Damai di Hati” di Jakarta, Rabu.

— Paragraf 3 —

Menurutnya, media sosial, forum daring, hingga ruang pergaulan digital sering kali dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan ideologi kekerasan, intoleransi, dan kebencian. Maka, upaya pencegahan sejak dini menjadi sangat penting,” tandas Dwi. Dia menuturkan, anak dan remaja merupakan generasi penerus bangsa yang harus tumbuh dalam lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.

— Paragraf 4 —

Kendati begitu, terdapat beberapa kasus keterlibatan anak atau remaja dalam sejumlah kasus radikalisme dan terorisme. Hal itu membuka mata semua orang bahwa penyebaran informasi, penanaman kesadaran dan kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi merupakan unsur-unsur yang sangat penting untuk dipahami dan dilaksanakan anak-anak.

— Paragraf 5 —

“Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Anak dan remaja, termasuk pelajar, bukan hanya harus dilindungi, tetapi juga dapat menjadi agen perdamaian yang mampu menyebarkan nilai-nilai toleransi, saling menghargai, dan kebhinekaan,” jelas Dwi.

— Paragraf 6 —

Salah satu upaya memperkuat perlindungan anak dan remaja dari pengaruh radikalisme, kata dia, yakni melalui kegiatan sosialisasi yang menghadirkan pakar-pakar terkait pencegahan radikalisme. “Kegiatan sosialisasi seperti yang kita laksanakan ini merupakan salah satu bentuk langkah preventif untuk mencegah radikalisme. Mari wujudkan Jakarta sebagai kota layak anak tempat setiap bocah tumbuh bahagia dan terlindungi,” ungkap Dwi.

— Paragraf 7 —

Kemitraan Polri

— Paragraf 8 —

Sementara itu, Polda Metro Jaya meluncurkan program Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) di 11 sekolah Jakarta. Tujuannya sebagai upaya memperkuat pencegahan perundungan, deteksi dini, dan penyelesaian persoalan di lingkungan pendidikan. “Sekolah dan madrasah merupakan tempat tumbuhnya generasi penerus bangsa yang harus dijaga agar tetap aman, tertib, nyaman, dan kondusif,” tandas Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

— Paragraf 9 —

Menurutnya, peluncuran FKPMS dilatarbelakangi berbagai tantangan di lingkungan pendidikan. Hal ini mulai dari perundungan, kekerasan, pelecehan, tawuran, pengaruh negatif media sosial, hingga perilaku menyimpang akibat tekanan sosial.

➡️ Baca Juga: 3 Berita Terhangat: Kepergian Vidi Aldiano Hingga Efek Negatif Buka Puasa dengan Rokok

➡️ Baca Juga: Realme 15 Pro 5G Resmi Meluncur! Tiga Kamera 50MP, Baterai 7000mAh, Harga Mulai Rp6 Jutaan

Back to top button