Tim Unsri Implementasikan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Peternakan Lele yang Berkelanjutan

Di tengah tantangan lingkungan yang semakin mendesak, inovasi dalam sektor pertanian dan perikanan menjadi sangat penting untuk mencapai keberlanjutan. Di Sumatera Selatan, Universitas Sriwijaya (Unsri) mengambil langkah signifikan dengan memperkenalkan teknologi ramah lingkungan dalam peternakan lele. Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh para pembudi daya ikan lele, sekaligus memberikan solusi praktis yang dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha mereka.
Pengenalan Teknologi Ramah Lingkungan dalam Peternakan Lele
Tim dosen dari Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Unsri telah meluncurkan teknologi green waste (g-waste) aquaculture berbasis zero water exchange. Inisiatif ini menjadi salah satu upaya strategis untuk membantu pengelolaan limbah dalam budidaya ikan lele yang lebih efektif.
Mirna Fitrani, selaku ketua tim pelaksana kegiatan, menyatakan bahwa salah satu lokasi yang menjadi sasaran utama untuk penerapan teknologi ini adalah Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Usaha Makmur, yang berlokasi di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Hal ini menunjukkan komitmen Unsri untuk memberdayakan masyarakat lokal melalui teknologi yang inovatif.
Proses Sosialisasi dan Pelatihan
Pada bulan September, tim dosen bersama mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan ini melibatkan para pembudi daya ikan lele, penyuluh perikanan, dan perangkat desa setempat. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang penerapan teknologi ramah lingkungan yang diperkenalkan.
Selama pelatihan, tim menyampaikan berbagai permasalahan yang sering dihadapi dalam budidaya lele, seperti:
- Akumulasi limbah organik dari sisa pakan dan feses ikan.
- Tingginya kadar amonia dalam air budidaya.
- Ketergantungan pada pergantian air yang sering, yang meningkatkan biaya operasional.
- Risiko kesehatan bagi ikan akibat kualitas air yang buruk.
- Kurangnya pemahaman tentang manajemen kualitas air yang efektif.
Praktik Partisipatif dalam Pelatihan
Pentingnya pendekatan partisipatif dalam pelatihan ini memastikan bahwa peserta tidak hanya menerima informasi teoritis. Mereka juga terlibat langsung dalam praktik pengukuran parameter kualitas air, seperti suhu, pH, oksigen terlarut, dan kadar amonia. Melalui metode ini, peserta dapat lebih memahami kondisi lingkungan budidaya mereka dan menerapkan pengetahuan tersebut secara langsung.
Rancangan Demplot Sebagai Contoh Implementasi
Tim juga memperkenalkan rancangan lahan percontohan (demplot) yang berukuran lapangan. Demplot ini diharapkan dapat menjadi unit pembelajaran bagi anggota kelompok pembudi daya serta masyarakat sekitar. Dengan adanya demplot, diharapkan para pembudi daya lele dapat melihat secara langsung penerapan teknologi ramah lingkungan dalam budidaya mereka.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang didanai oleh DIPA Universitas Sriwijaya Tahun Anggaran 2026. Ini menunjukkan komitmen Unsri untuk terus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di daerah.
Kesesuaian dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 6, yang berfokus pada pengelolaan air bersih. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung program unggulan Unsri dalam bidang ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Pemberdayaan masyarakat melalui teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat lokal.
Implementasi prinsip Diktisaintek Berdampak menjadi salah satu aspek penting dari program ini. Prinsip ini menekankan penggunaan hasil riset sebagai solusi nyata bagi masyarakat, sehingga inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat langsung.
Langkah Selanjutnya dalam Program Pendampingan
Ke depan, tim akan melanjutkan program ini dengan melakukan pendampingan teknis secara berkala. Hal ini mencakup pembangunan unit demplot di lokasi mitra, serta monitoring dan evaluasi capaian program. Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan bahwa teknologi ramah lingkungan dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.
Mirna Fitrani menjelaskan bahwa teknologi yang diperkenalkan kepada para pembudi daya ikan lele ini merupakan hasil dari penelitian tim di bidang manajemen kualitas air dan sistem constructed wetland berbasis resirkulasi (RAS). Teknologi ini dirancang untuk mengolah limbah dari budidaya lele menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.
Keunggulan Sistem RAS dalam Budidaya Lele
Sistem yang dikenalkan kepada para pembudi daya memungkinkan air budidaya didaur ulang secara terus-menerus melalui unit biofilter dan media tanaman air. Dengan cara ini, limbah organik tidak perlu dibuang, melainkan diproses menjadi nutrisi yang bermanfaat bagi pertumbuhan ikan. Keunggulan sistem ini antara lain:
- Pengurangan kebutuhan air secara signifikan.
- Peningkatan kualitas air yang lebih stabil.
- Minimnya limbah yang dihasilkan.
- Pengurangan biaya operasional melalui efisiensi penggunaan air.
- Pengembangan kesadaran lingkungan di kalangan pembudi daya.
Indikator Keberhasilan Program
Melalui inisiatif ini, diharapkan para pembudi daya tidak lagi tergantung pada pergantian air secara rutin, yang selama ini menjadi salah satu sumber inefisiensi terbesar dalam usaha mereka. Beberapa indikator keberhasilan yang ditargetkan meliputi:
- Penurunan kadar amonia dalam air budidaya hingga lebih dari 30 persen.
- Pengurangan frekuensi pergantian air hingga lebih dari 70 persen.
- Pembentukan kelompok sadar lingkungan di tingkat desa sebagai bagian dari keberlanjutan program.
- Peningkatan pengetahuan dan keterampilan pembudi daya dalam manajemen kualitas air.
- Adopsi teknologi ramah lingkungan secara luas di kalangan pembudi daya ikan lele lainnya.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan keberlanjutan dalam peternakan lele dapat dicapai, tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga untuk menjaga kelestarian lingkungan. Universitas Sriwijaya melalui timnya berkomitmen untuk terus mendukung dan mendampingi pembudi daya ikan lele dalam menerapkan teknologi ramah lingkungan yang telah diperkenalkan.
➡️ Baca Juga: Warga Parigi Moutong Rayakan HUT ke-81 RI dengan Upacara di Hutan Lindung
➡️ Baca Juga: TNI Kerahkan 73.766 Personel untuk Menanggulangi Karhutla di Berbagai Wilayah




