Mataram Alokasikan 60.000 Benih Ikan Nila untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Masyarakat

Peningkatan ketahanan pangan menjadi salah satu fokus utama di berbagai daerah, tak terkecuali di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam upaya mewujudkan tujuan ini, Dinas Perikanan setempat telah mengalokasikan sebanyak 60.000 benih ikan nila. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pasokan pangan, tetapi juga untuk mendukung pelestarian ekosistem perairan setempat yang semakin terancam.
Distribusi Benih Ikan Nila untuk Berbagai Sektor
Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Kota Mataram, Leo Amri Saleh, mengungkapkan bahwa benih ikan nila tersebut akan didistribusikan secara luas. Penyaluran dilakukan kepada berbagai sektor, mulai dari kelompok budidaya ikan, perairan umum, hingga kolam di Ruang Terbuka Hijau (RTH). Masyarakat yang ingin melakukan budidaya secara mandiri juga akan mendapatkan akses terhadap benih ini.
“Kami mengundang kelompok masyarakat yang membutuhkan benih untuk menghubungi kami. Selama stok masih tersedia, kami akan siap membantu,” ujarnya. Ini merupakan langkah nyata untuk mendukung masyarakat dalam meningkatkan ketahanan pangan di daerah tersebut.
Restocking dan Pelestarian Ekosistem
Dari total 60.000 benih ikan nila yang disiapkan, sebanyak 15.000 ekor telah ditempatkan di kolam RTH Pagutan. Proses ini merupakan bagian dari upaya restocking yang bertujuan untuk menyiapkan stok ikan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan di kawasan tersebut. Penebaran dilakukan pada Selasa sore, 18 Agustus 2026.
Benih ikan nila yang ditanam berukuran antara 8 hingga 10 sentimeter. Selain berfungsi sebagai sumber pangan, penebaran benih ini juga diharapkan dapat membantu mengendalikan populasi jentik nyamuk di area kolam RTH Pagutan, sehingga memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat.
Daya Tarik Visual bagi Pengunjung
Keberadaan ikan nila dengan warna merah dan putih yang mencolok diharapkan dapat memberikan daya tarik visual bagi para pengunjung RTH. Selain berfungsi sebagai sumber pangan, ikan-ikan ini bisa menjadi sarana rekreasi bagi masyarakat yang berkunjung ke area tersebut.
Pengawasan dan Pemeliharaan Benih
Pemeliharaan benih ikan nila yang telah ditebar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram. Mereka bertugas dalam mengelola RTH Pagutan agar ekosistem tetap terjaga dan berkelanjutan. Hal ini termasuk dalam pengawasan terhadap aktivitas memancing, yang regulasinya akan ditentukan oleh pihak pengelola RTH.
Pengawasan yang ketat diharapkan dapat menjaga keberlanjutan populasi ikan serta keseimbangan ekosistem di RTH. Selain itu, hal ini juga akan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati aktivitas memancing di lokasi tersebut, tentunya dengan mematuhi aturan yang berlaku.
Penebaran Benih di Saluran Irigasi dan Sungai
Pada tanggal 14 Agustus 2026, Dinas Perikanan juga telah melakukan penebaran sebanyak 3.000 ekor benih ikan nila di saluran irigasi yang terletak di Kelurahan Jempong Baru. Langkah ini merupakan upaya untuk mendukung warga dalam memanfaatkan saluran irigasi sebagai media budidaya ikan air tawar.
Setelah penebaran di RTH Pagutan, Dinas Perikanan berencana untuk melanjutkan penebaran benih di tiga sungai yang melintasi Kota Mataram, yaitu Sungai Jangkuk, Sungai Ancar, dan Sungai Unus. Namun, pelaksanaan ini akan bergantung pada kondisi debit air, agar benih yang ditebar tidak terancam mati atau tersapu oleh arus yang kuat.
Proses Pemeliharaan dan Masa Panen
Benih ikan nila yang ditebar membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk mencapai ukuran yang siap panen. Namun, untuk ikan yang ditebar di perairan terbuka, waktu panen bisa bervariasi karena masyarakat memiliki kebebasan untuk memancing kapan saja. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan populasi ikan di area tersebut.
- 60.000 benih ikan nila disiapkan untuk ketahanan pangan.
- 15.000 ekor benih ditebar di kolam RTH Pagutan.
- 3.000 ekor benih telah ditanam di saluran irigasi Jempong Baru.
- Penebaran berikutnya direncanakan di tiga sungai utama Kota Mataram.
- Benih membutuhkan waktu 3 bulan untuk siap dipanen.
Dengan berbagai upaya ini, diharapkan ketahanan pangan masyarakat Mataram dapat meningkat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Pendekatan yang holistik dalam pengelolaan sumber daya perikanan merupakan langkah strategis untuk mencapai tujuan tersebut.
➡️ Baca Juga: Anggaran Pramuka Meningkat Signifikan di Bawah Kepemimpinan Sekda Jabar sebagai Ketua Kwarda
➡️ Baca Juga: 8 Cara Efektif Menabung untuk Persiapan Berangkat Haji dengan Sukses




