slot depo 10k
DanamonEkonomi & BisnisHari RayakeuanganPerencanaan Keuanganramadan

Ramadan Lebih Bermakna dengan Perencanaan Keuangan yang Tepat

— Paragraf 1 —

JABAR EKSPRES – Ramadan menjadi momen refleksi dan peningkatan spiritualitas yang bermakna penting, di tengah rutinitas berpuasa sehari-hari. Beragam aktivitas, mulai dari persiapan sahur dan berbuka, tradisi berbagi, hingga perencanaan mudik dan perayaan Hari Raya, menjadikan bulan suci ini sebagai periode dengan dinamika yang khas. Sejalan dengan itu, pada 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa aktivitas ekonomi dan transaksi keuangan di Indonesia meningkat sekitar 30–40% selama Ramadan, mencerminkan tingginya pergerakan dan produktivitas masyarakat di periode ini.

— Paragraf 2 —

Di sisi lain, survei Snapcart tahun 2025 menunjukkan bahwa 75% masyarakat memperkirakan pengeluaran mereka meningkat sepanjang bulan puasa, terutama untuk kebutuhan makanan, pakaian, dan persiapan Lebaran. Aktivitas sosial seperti buka puasa bersama dan ngabuburit juga tetap menjadi bagian penting dari Ramadan, dengan 62% masyarakat Indonesia menyatakan minat untuk mengikuti kegiatan tersebut dan mengalokasikan anggaran mereka di kisaran Rp1–3 juta selama bulan Ramadan.

— Paragraf 3 —

Selaras dengan perubahan perilaku tersebut, Bank Indonesia juga mencatat percepatan penggunaan transaksi non‑tunai, di mana volume transaksi QRIS selama Ramadan dan Idulfitri 2025 tumbuh hingga 111% per pengguna secara tahunan. Momentum ini turut didukung oleh penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR), yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tabungan, penyaluran zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), belanja, aktivitas konsumsi, hingga persiapan mudik.

— Paragraf 4 —

Kementerian Perhubungan mencatat bahwa 154,62 juta orang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2025, setara dengan 54,9% dari total penduduk Indonesia, menegaskan tingginya pergerakan masyarakat pada periode tersebut. Penggunaan transportasi umum pun meningkat 11,7% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kereta api dan transportasi laut menjadi moda yang mencatat pertumbuhan signifikan.

— Paragraf 5 —

Berbagai fakta ini menegaskan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momen spiritual pribadi atau membangun kebersamaan, tetapi juga menjadi periode penting dalam pengelolaan keuangan seseorang. Menghadapi beragam kebutuhan dan keinginan yang perlu dipenuhi, kehadiran solusi keuangan yang relevan menjadi semakin dibutuhkan untuk membantu masyarakat mengelola pemenuhan

— Paragraf 6 —

kebutuhan dan keinginan Ramadan secara lebih bijak, menjaga keseimbangan finansial, dan menjalani bulan suci dengan lebih tenang, nyaman, serta penuh makna.

➡️ Baca Juga: Friderica Widyasari Dewi Pimpin OJK untuk Reformasi Integritas Pasar Modal dan Pemulihan Kepercayaan Investor

➡️ Baca Juga: Ketua DPRD Lampung Hadiri High Level Meeting TPID Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah

Back to top button